Ombak Tiga Meter Halangi Pencairan Korban

TIRTOYUDO- Hingga sore kemarin, kedua pemancing yang terseret ganasnya ombak di Pantai Lenggoksono, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo belum ditemukan. Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap kedua korban tersebut. Pencarian difokuskan di pinggiran pantai hingga lautan lepas sejauh tiga kilometer.
Komandan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Pantai Lenggoksono, Mukhlis mengatakan, pencarian kemarin dimulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. “Dalam melakukan pencarian, kami bersama-sama dengan PMI Kabupaten Malang dan Tim SAR Rescue Malang Selatan,” ujarnya saat dihubungi Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, pencarian dilakukan di lautan lepas menggunakan perahu karet sejauh tiga kilo meter dari bibr pantai. Beberapa kali pencarian harus dihentikan sementara waktu. Kondisi lautan sangat berbahaya dan kurang mendukung untuk dilakukan pencarian.
“Tadi sempat ombak setinggi tiga meter, terpaksa pencarian kami hentikan sementara waktu. Karena ombak setinggi itu, berbahaya bagi perahu karet. Kemudian pencarian kami lanjutkan kembali setelah tinggi ombak dirasa aman,” bebernya.
Selain mencari dilautan lepas, tim SAR Gabungan juga menyisir sepanjang bibir pantai. Hanya saja, tim SAR belum menemukan keberadaan kedua korban. Termasuk belum menemukan petunjuk berupa barang peninggalan milik korban.
“Pencarian akan kami lanjutkan pada esok hari (hari ini, red). Semoga kondisi ombak besok (hari ini) mendukung untuk melakukan pencarian kedua korban,” harapnya
Kendati belum menemukan petunjuk maupun keberadaan korban, dia berjanji akan terus melakukan pencarian. “Sesuai prosedur, pencarian dilakukan selama tujuh hari. Semoga kami menemukan kedua korban, sebelum melewati tenggat waktu tersebut,” terangnya.
Sebagai informasi kedua orang yang hilang itu yakni Wahono, 18 tahun dan Paiman, 43 tahun. Keduanya bersama Hariadi, 31 tahun, hari Minggu (11/5) sekitar pukul 07.00 wib memancing di pantai tersebut. Saat memancing, naas dialami ketiganya yang diterjang ombak. Wahono dan Paiman yang tidak siap langsung hilang tenggelam ditelan ombak. Sedangkan Hariadi, masih beruntung karena masih berpegangan batu karang. Hariadi langsung melaporkan kejadian itu ke perangkat desa yang diteruskan ke Polsek Tirtoyudo. (big/aim)