Lagi Imigrasi Amankan WNA

MALANG-Kantor Imigrasi Klas 1 Malang kembali mengamankan warga asing diduga melanggar aturan keimigrasian. Kali ini giliran enam WNA pria  asal Tiongkok. Saat ditangkap, salah seorang diantaranya justru menyamar menjadi wanita.
Enam warga Tiongkok yang diamankan itu masing-masing,  Lin Peifeng, 21 tahun, Chen Changcheng, 32 tahun,  Lin Jiangping, 19 tahun, Zheng Zhencen, 21 tahun, Lin Peifeng, 21 tahun dan  Zheng Zhenhong, 30 tahun.
“Enam orang itu diamankan karena tak sesuai izin tinggal di Malang. Visa mereka untuk kunjungan, tapi mereka bekerja di Malang. Sudah dua bulan bekerja di Malang,” jelas Kasi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi, Klas 1 Malang, Romi Yudianto, kemarin sore.
Romi mengatakan, enam orang tersebut diamankan dalam operasi gabungan bersama Polisi. Mereka diamankan di beberapa perumahan  dan selama berada di Malang, para WNA pelanggar izin tinggal itu bekerja sebagai quality control di perusahaan sarang burung walet.
“Saat ditangkap  salah seorang berusaha mengelabui petugas dengan cara menyamar  sebagai perempuan. Petugas yang sigap langsung mengidentifikasinya,” kata Romi. WNA Tiongkok yang menyamar itu mengenakan kerudung dan masker. Ia lalu berpura-pura bekerja bersama para pekerja wanita lainnya. Sedangkan seorang diantaranya lagi bersembunyi diatas rumah bersama sarang walet.
Petugas yang mengamankan para WNA itu sempat mendapat perlawanan dari sejumlah pekerja wanita. Mereka berusaha menghalang-halangi dan menggelar unjuk rasa  agar teman mereka tak dibawa. Tak hanya itu saja, mobil petugas pun sempat digedor-gedor oleh pekerja lainnya yang berasal dari Indonesia.
Namun aksi solidaritas itu akhirnya berakhir setelah petugas memberi penjelasan. “Akhirnya dijelaskan bahwa tindakan ini merupakan penegakan aturan,” tandas Romi.
Setelah diamankan dari tempat kerja, kemarin mereka ditempatkan di kantor Imigrasi untuk diperiksa. Sebab diduga melakukan pelanggaran UU No 6/2011 tentang keimigrasian.
“Ditangkap karena bekerja, dan saat ini masih dalam tahap penyidikan. Kalau terbukti bersalah akan dideportasi,” tandasnya. (van/nug)