Tersangka Curanmor Tewas Bunuh Diri

MALANG – Tragis nian nasib Insan Dwi Agustin alias Rakeso alias Iksan, 17 tahun, warga Dusun Binangsri RT12 RW02, Desa Purworejo, Ngantang. Dini hari kemarin, tahanan LP Kelas I Lowokwaru itu tewas. Insan ditemukan dengan leher terjerat tali seperti ikat pinggang yang terikat pada teralis dekat kamar mandi sel blok tiga. Padahal seharusnya, kemarin pula Insan menjalani sidang pertamanya terkait tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dilakukannya di Batu.
Aparat Polsekta Blimbing yang datang ke TKP belum menemukan motif ataupun alasan kematian Insan, yang diduga bunuh diri.  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batu, Lis Nurhayati yang mengantar jenazahnya ke kamar mayat RSSA Malang, menyebut bahwa Insan diduga kuat tewas karena bunuh diri. “Tersangka Insan ditemukan di kamar mandi masih dalam keadaan menggantung pakai ikat pinggang,” ujar Lis, panggilannya. Wanita berkerudung itu menjelaskan, Insan merupakan tahanan dari Polres Batu, tanggal 28 Maret 2014 lalu.  
Selama satu bulan, pemuda berkulit sawo matang itu dititipkan ke Lapas Lowokwaru, setelah berkasnya diterima JPU. “Hari ini (kemarin) harusnya dia menjalani sidang perdana di PN Malang. Saya dapat informasi kematiannya dari Polres Batu pagi tadi,” terang dia. Tersangka, dikatakannya, juga baru bebas dari LP Lowokwaru dan menghirup udara segar selama enam bulan, sebelum kembali ditangkap polisi.
Ia sudah dikenal sebagai pencuri motor kambuhan. Muhammad Isya, salah satu petugas LP Lowokwaru yang mengantar jenazah Insan ke kamar jenazah menyebutkan bahwa tersangka diduga kuat bunuh diri saat tahanan lain tidur. “Perkiraan sekitar pukul 04.00. Kebiasaan di Lapas, tahanan biasa tidur pukul 03.00. Mungkin Insan menghabisi nyawanya sendiri setelah jam tersebut,” terang Isya. Terkait ikat pinggang yang diduga kuat sebagai alat bunuh diri, dia mengatakan buatan capoeira dari anyaman tali.
Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kota Batu, Komang Rai, mengakui bahwa kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan Insan Dwi Agusti dan Ahmad Nur Habib, temannya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kota Malang. “Itu sudah wewenang hakim, sekaligus masuk penahanan hakim,” kata Komang ditemui di kantornya.  Sebenarnya, lanjut dia, masa tahanan di kejaksaan adalah 20 hari. Lantaran tersangka masih dibawah umur, maka masa tahanan di kejaksaan hanyalah 10 hari.
Kedua tersangka ini, dijelaskannya, diringkus oleh anggota Satreskrim Polres Batu saat mencuri motor di sebelah Timur Masjid An-Nur Kota Batu, Jumat (28/3) lalu. Insan Dwi Agustin diketahui telah beraksi di beberapa lokasi. Seperti di lapangan Golf Selorejo, Ngantang, wilayah Pujon dan terakhir di Kota Batu. Kebanyakan, aksi keduanya mengincar motor matic. Lantas barang curian tersebut dijual kepada penadahnya dengan harga antara Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta. (fin/mik/mar)