Delapan Siswa Mts N Al-Ma’arif Tenggelam

Pantai Parangtritis kembali menelan korban. Kemarin (14/5) delapan wisatawan asal Malang, Jawa Timur terseret gelombang. Dua diantaranya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Mereka adalah Aisyah dan Lailatul Maghfiroh.
Sedangkan lima anggota rombongan Mts N 01 Al-Ma’arif Singosari, Malang ini berhasil diselamatkan. Yakni, Difa Rizki Awaliyah,; Thoriqotul Khoriyah,; Sinta Dewi Ratnasari,; Roshidatul Istiqomah,; dan Nanda Putri Dewi. Sayangnya, nama siswi yang disebutkan terakhir dalam kondisi kritis. Sehingga harus dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati untuk mendapatkan perawatan tim medis.
Sementara, keberadaan satu siswi bernama Ilma Nur Afrida masih dalam tahap pencarian Tim Search and Rescue (SAR) Pantai Parangtritis.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 13.45. Kala itu, sebanyak 20 siswa memilih bermain air di pinggir pantai. Delapan diantaranya memilih mandi. Tetapi, tiba-tiba gelombang tinggi datang. Kedelapan siswa ini pun terseret ke tengah lautan.
“Yang lima siswa tidak terlalu ke tengah dan bisa diselematkan,” terang Sekretaris Tim SAR Pantai Parangtritis Taufiq Faqih Usman.
Tiga siswa lainnya terseret gelombang hingga ke tengah. Bahkan, dua siswa yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa terseret hingga 200 meter dari bibir pantai. Derasnya gelombang sebagai pemicunya. Sebab, lokasi tenggelamnya kedelapan siswa ini berdekatan dengan palung. Putaran air di sekitar palung terkenal sangat kuat.  
Taufiq menerangkan, rombongan Mts N 01 Al-Ma’arif sebanyak 58 orang. Sore kemarin rombongan ini sudah kembali pulang.
“Guru pendampingnya ada dua orang. Yang satu pulang. Kemudian yang satunya lagi kita minta untuk tetap disini untuk menunggui siswa yang masih kritis di RS,” ujarnya.
Usai dievakuasi dua jenasah langsung diperiksa tim medis dan tim identifikasi Polres Bantul. Rencananya, kedua jenasah tersebut akan langsung dipulangkan. Hanya saja, proses pemulangan menunggu kedatangan keluarga dua korban kecelakaan laut tersebut.
“Saat ini kita juga melakukan proses pencarian satu korban lainnya,” tandas Komandan Tim SAR Pantai Parangtritis Ali Sutanto.
Seperti standard operating procedure (SOP), proses pencarian akan ditempuh dengan berbagai cara. Misalnya, menebar jaring eret di sekitar lokasi kejadian hingga menerjunkan tim surfing. Ali menegaskan, kondisi gelombang laut sebenarnya dalam kondisi normal. Hanya saja, saat kejadian delapan wisatawan ini mandi di dekat palung.
“Dari Tim SAR sudah memberikan peringatan kepada seluruh pengunjung agar tak mandi di laut,” urainya.
Tetapi, lanjutnya, pengunjung tak menghiraukan imbauan tersebut. Tak jarang wisatawan kucing-kucingan dengan petugas Tim SAR.
“Setelah di satu titik kita larang, kemudian mereka pindah dan mandi lagi,” tambahnya.(zam)