Jual Ganja Ditangkap di Rumah Mertua

KEPANJEN- Peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di Kabupaten Malang masih mengkhawatirkan. Buktinya, Polres Malang berhasil membekuk salah satu tersangka pemakai dan pengedar narkoba jenis ganja, Kamis (15/5) malam, yakni Pungki Indra, 27 tahun, warga Dusun Lumbang, Desa Krebet, Kecamatan Bululawang.
Dari tangannya, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu linting ganja kering seberat 0.5 gram, satu poket ganja kering 0.6 gram, dan sebuah HP Mito. Tersangka nekat mengedarkan ganja untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Jalan pintas pun ditempuh tersangka dengan mengedarkan ganja. Petualangan tersangka berbisnis ganja akhirnya berakhir, setelah petugas menangkapnya di rumah mertuanya di Kecamatan Gondanglegi Kamis (15/5) malam.
“Saya mendapatkan ganja ini dari sesorang yang tidak dikenal. Setelah saya pesan, kemudian barangnya saya ambil di rerumputan sebuah lahan kosong di SPBU Desa Pringu Bululawang,” kata tersangka Pungki kepada Malang Post kemarin.
Tersangka bekerja sebagai buruh bangunan ini menjelaskan, awalnya sesorang yang tidak dikenal itu mengirimkan SMS ke HP-nya untuk menawari daun ganja kering. Karena tergiur dengan tawaran barang haram tersebut, tersangka pun menerimanya. Setelah mentransfer uang Rp 300 ribu ke rekening, lalu dia mengambil ganja tersebut.
“Ganja yang saya pesan seberat enam gram. Diantaranya untuk saya konsumsi sendiri dan sisanya rencananya saya akan jual kembali sebagai tambahan uang.  Belum saya jual, eh malah terlebih dahulu tertangkap sama pak polisi,” ucapnya enteng.
Kasat Renarkoba Polres Malang AKP Syamsul Hidayat mengatakan, tersangka diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Lantaran tersangka terbukti melanggar Pasal 111 dan Pasal 112 UU Narkotika No 35 Tahun 2009 atas kepemilikan dan penyalahgunaan narkotika.
“Pengakuannya mendapat ganja dari seseorang yang tidak dikenal, menggunakan sistem ranjau pesan dari SMS ponsel. Saat ini kami tengah mengembangkan kasus ini dan mencari pemasoknya,” tandasnya. (big/aim)