Polisi Gagalkan Pencurian Satu Truk Kayu Jati

MALANG - Tim Khusus Ilegal Loging Reskrim Polres Malang, Sabtu malam lalu menggrebek lokasi pencurian kayu hutan di wilayah Kecamatan Bantur. Dari penggrebekan yang dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Malang AKP Muhammad Aldy Sulaeman, polisi berhasil mengamankan dua orang tersangka.
Barang bukti yang berhasil didapatkan antara lain, 31 glondong kayu jati ukuran 2 meter dengan diamater 90 sentimeter serta kendaraan truk N 9423 UE yang digunakan untuk mengangkut kayu.
Kedua tersangka yang ditangkap adalah Supii, 44 tahun serta Nurwasis, 40 tahun. Keduanya warga Dusun Krajan Desa Karangsari Kecamatan Bantur. Mereka ditangkap saat mengangkut kayu dari hutan.
"Penangkapan kedua tersangka ini, bermula dari informasi yang kami dapat bahwa di lokasi hutan Desa Karangsari kerap terjadi pencurian kayu. Berangkat dari informasi itulah, kami lalu melakukan penyelidikan. Begitu ada aktivitas pencurian langsung kami lakukan penggrebekan," ungkap Aldy.
Mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini menambahkan, kasus pencurian kayu ini menjadi atensi dari Kapolri. Dan kini Timsus Ilegal Logging Reskrim Polres Malang masih akan mengembangkan, karena ada pelaku lain yang masih buron.
"Kasusnya akan kami kembangkan terus, karena masih ada pelaku yang belum tertangkap. Nama-nama mereka sudah kami kantongi, hanya sekarang masih menyelidiki keberadaan persembunyiannya," tuturnya.
Sementara itu, dalam pemeriksaan penyidik keduanya mengaku hanya sebagai orang suruhan. Mereka hanya sebagai kuli angkut yang disuruh oleh Tukiran, yang kabur saat penggrebekan. Keduanya dibayar antara Rp 75 ribu - Rp 100 ribu untuk sekali angkut.
"Kami baru sekali ini. Tugas kami mengangkut kayu dari alas (hutan) ke perkampungan yang jaraknya sekitar 1 kilometer. Kemudian setelah di perkampungan dinaikkan ke atas truk. Saat menaikkan itulah, kami ditangkap," ujar tersangka Supii, yang diamini Nurwasis.
Keduanya juga menerangkan bahwa pencurian kayu hutan jenis jati di Desa Karangsari sudah lama dilakukan. Setiap harinya sekitar 1-2 batang yang ditebang. "Dijual kemana kayu itu, kami tidak tahu karena hanya sebagai kuli angkut saja," katanya.(agp/aim)