Judi Gedangan Diobrak

Para pelaku judi dadu yang diamankan beserta dengan barang bukti.

MALANG– Satreskrim Polres Malang terus menindak tegas perjudian di wilayah Kabupaten Malang. Dini hari kemarin, arena judi dadu di sebuah acara hiburan warga, di Desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan digerebek tim Buser Satreskrim Polres Malang. Dari penggerebekan itu, delapan orang diamankan. Bahkan satu diantaranya masih berusia 17 tahun. Mereka adalah Satuin, 57 tahun, Watono, 24 tahun, Mah Hulil, 27 tahun, Waridi, 25 tahun, Subur, 36 tahun, Odi Wahyono, 25 tahun, serta Murdianto, 17 tahun. Ketujuh orang ini merupakan penombok.
Sedangkan bandar judi dadu yang ikut diamankan adalah Sutrisno, 50 tahun. “Selain menangkap delapan orang tersangka ini, kami juga mengamankan barang bukti seperangkat alat judi dadu serta uang senilai Rp 750.000,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman. Mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini menambahkan, penggerebekan arena judi dadu tersebut berangkat dari informasi masyarakat bahwa ada arena judi dadu di acara hiburan masyarakat.
Polisi yang mendapat laporan, langsung melakukan penyelidikan. Begitu benar, petugas langsung melakukan penggerebekan. “Sebetulnya ada sembilan orang yang kami amankan. Tetapi satu orang hanya sebagai saksi karena tidak terlibat ikut permainan judi dadu tersebut,” ujar Aldy, panggilannya Sementara itu, kedelapan tersangka yang diamankan mengaku hanya iseng-iseng saja bermain judi dadu. Mereka bermain judi untuk mengisi waktu, sekali meramaikan acara hiburan saja.
Mereka mengaku, judi dadu itu diakui tidak setiap hari dilakukan. Bahkan, baru sekali langsung digerebek petugas. “Saya tidak setiap hari membuka judi dadu. Ketika ada hiburan di desa saja, saya membuka. Itupun keuntungan membuka judi dadu tidak besar, hanya sekitar Rp 200.000 sampai Rp 400.000 saja,” tutur Sutrisno, salah satu tersangka. (agp/mar)