Mediasi Gagal, Polisi Selidiki Kasus Danamon

MALANG - Sidang gugatan perdata terhadap Bank Danamon, kembali gagal. Semestinya, kemarin merupakan sidang pemeriksaan pokok perkara terhadap laporan Thomas Kusumawijaya, 55 tahun, warga Jalan Peltu Sujono Malang. Seperti diketahui, Bank Danamon membuat laporan ke Bank Indonesia (BI) terkait Thomas yang dikatakan sebagai debitur yang mengalami kolektabilitas 2 (call 2) di Bank Danamon Capem Pasar Dinoyo.  Akibatnya, nama distributor bawang ini tercatat dalam blacklist di Sistem Informasi Debitur (SID) BI.
Dia mengaku tahu namanya masuk dalam blacklist setelah mengajukan kredit untuk tambahan modal sebesar Rp 2 miliar ke PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk Cabang Mitra Usaha Rakyat Sukun, Malang ditolak. “Yang pasti mediasi gagal. Jalan satu-satunya tetap sidang dengan tuntutan ganti rugi materiil dan immateriil sebesar Rp 15 miliar. Sidang hari ini (kemarin) kembali ditunda sampai tanggal 5 Juni,” tutur MS. Alhaidary SH, kuasa hukum Thomas di PN Kota Malang kemarin.
Ditemui Malang Post, Thomas sendiri mengaku sempat dihubungi seseorang yang menawarkan uang Rp 3 miliar agar kasus ini tidak berkepanjangan. Tawaran itu muncul dalam jangka waktu dia menunggu proses mediasi hingga 19 Mei lalu. “Buat apa uang Rp 3 miliar? Untuk kontrak dengan pihak ketiga saja, saya harus mengeluarkan uang Rp 3,7 miliaran. Sekarang, akibat blacklist yang dilaporkan Bank Danamon, saya pailit. Uang segitu tidak cukup untuk mengembalikan kepercayaan rekanan saya,” urainya.
Sementara itu,  Deputi Kepala Perwakilan BI Malang, Rina Mustikaningsih mengaku masih aktif melihat perkembangan perkara antara Bank Danamon dan Thomas. Termasuk pula, dalam hal mediasi. Melalui kuasa hukumnya, Unggul Pranata SH mengungkapkan BI juga aktif melihat perkembangan mediasi termasuk gagalnya mediasi yang terjadi kemarin. “BI sudah memiliki kuasa hukum yang ditunjuk langsung oleh Gubernur Bank Indonesia di Jakarta untuk membantu pula mengatasi kasus ini,” terangnya.
Menurutnya, BI sudah mendapatkan pemberitahuan, mediasi akan diambil alih oleh pengadilan pada 5 Juni mendatang. Selain itu, Rini juga memastikan bila ada informasi mengenai hal yang menyudutkan BI nantinya, sangat mudah mengetahuinya.  “Misalnya, ada isu atau info yang cenderung tidak benar dan sumbernya dari BI. Tinggal bertanya nama dan NIP sebagai pegawai BI. Paling penting, ada surat tugas yang ditandatangani oleh kepala BI,” tambahnya.
Di bagian lain, Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK mengungkapkan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap laporan pidana dari Thomas, terkait perbuatan pencemaran nama baik, hingga menyebabkan bisnisnya rugi. Bank Danamon Malang dilaporkan melanggar Pasal 310 KUHP dan Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. “Sekarang masih dalam proses lidik. Penyidik masih melengkapi keterangan dari para saksi,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Tuban itu. (ley/mar)