Warga Siap Beber 10 Dosa Kades Ferry

Keinginan warga Desa Tawangargo, Karangploso untuk mencopot Ferry Misbakhul Hakim dari jabatannya sebagai kepala desa (kades) tidak semudah membalikkan tangan. Hingga semalam, pertemuan yang dihadiri Ferry, BPD, LPMD dan Muspika Karangploso di Balai Desa Tawangargo masih belum menemukan jalan tengah. Warga masih ngotot supaya malam itu juga (semalam), Ferry segera mundur dan menyerahkan jabatannya kepada Camat Karangploso, Suroto.
“Kami sudah tidak percaya dengan Kades Ferry. Putusan ini sudah final dan tidak ada tawar menawar,” ungkap salah satu warga yang minta namanya dirahasiakan. Ketua BPD Tawangargo, Abdullah juga mengatakan hal yang sama. “Kalau tetap tidak mau turun, maka kami akan membeber 10 dosa-dosanya,” terang dia didampingi warga lima dusun yang hadir. Dijelaskan dia, 10 dosa-dosa Kades Ferry mulai dari melakukan pinjam pakai tanah ganjaran sebelum dilantik,  menyewakan tanah ganjaran yang bukan haknya hingga tidak pernah melakukan koordinasi dengan BPD.
“Kesalahan lainnya, dana hibah yang masuk rekening pribadi, pelaksanaan dana hibah menghabiskan anggaran yang tidak sesuai, pemutusan aliran listrik kantor desa, dana ADD belum disalurkan, pelayanan publik tidak maksimal mahalnya biaya Akte Jual Beli (AJB) serta mengecewakan masyarakat karena keputusannya sering tidak konsisten,” urai Abdullah. Sebab itu, dia berharap pemeritah daerah segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan.
“Dari hasil pengecekan itu, bisa dilakukan evaluasi dan hasilnya diberikan untuk laporan ke Bupati Malang. Apa yang sudah dilakukan Kades Ferry, layak untuk dilaporkan secara hukum,” tegasnya.  Camat Karangploso, Suroto sendiri tidak bisa menerima permintaan warga. Alasannya, ada prosedur yang harus dilakukan bila melengserkan seorang kades. “Ada mekanismenya. Dan harus ada persetujuan dari Bupati Malang,” katanya kepada warga. Hingga berita ini dimuat, pertemuan masih berlangsung. (sit/big/mar)