Ganja Enam Ton Gagal Edar ke Jawa

Penjara seumur hidup dan vonis mati belum membuat sindikat narkoba jera. Beragam modus dipakai mafia meloloskan ’’dagangannya’’. Beruntung, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dan tim Seaport Interdiction (SI) tetap jeli. Pengiriman daun ganja kering enam ton, Selasa (20/5) pukul 00.00 WIB, berhasil mereka gagalkan.    
Paketan ganja itu dimasukkan dalam karung besar menggunakan fuso B 9215 RM. Untuk mengelabui petugas, pelaku menumpuk paketan ganja dengan buah kelapa. Rencananya, barang terlarang itu dikirim ke Jakarta dari Aceh.
Dalam penangkapan di pintu masuk Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni itu, petugas mengamankan Muhamad Dahlan alias Ismail (37), warga Desa Kandang, Kecamatan Cundak, Aceh Utara. Ia merupakan sopir truk sekaligus kurir. Ganja tersebut dikemas dalam 100 paket dan dibawa truk B 9215 RM yang ditutupi buah kelapa kupasan.
Pada ekspose di Mapolres Lamsel, kemarin (21/5), Kapolda Lampung Brigjen Pol. Heru Winarko mengatakan, penangkapan tersebut terbesar selama 2014. Jika berhasil diedarkan, ganja itu diperkirakan bisa merusak 16 juta jiwa.  Jika dirupiahkan bisa senilai Rp 12 miliar, bisa diedarkan ke wilayah Pulau Jawa.
Kasatnarkoba Polres Lamsel AKP Aden Kristiantomo pun singkat mengamini tangkapan besar itu. Namun, dia menutup rapat informasi demi kepentingan penyidikan.
’’Saya masih dalam pengembangan ke Jakarta. Nanti saja kalau sudah ada hasil dari pengembangan kami,’’ ujarnya saat dihubungi via telepon kemarin.
Adapun, Menurut Kapolres Lampung Selatan, AKBP. Bayu Aji melalui Kabid Humas Polda Lampung, AKBP. Sulistyaningsih mengatakan, tersangka berikut barang buktinya berupa, 100 karung ganja, yang diperkirakan seberat Rp 6 ton bernilai Rp 12 miliar, satu unit truk Fuso, selembar STNK atas nama Suwandi, satu kunci kontak mobil, dan selembar sim atas nama Adi Ismail, telah diamankan di Polres Lampung Selatan.
Pengakuan tersangka, barang itu diangkut dari Aceh Selasa (13/5) sekitar pukul 15.00 WIB, menuju Tanggerang. Tersangka disuruh oleh Fadli (DPO), agar barang itu diserahkan kepada Rojali (DPO) dan M. Dahlan. Tersangka telah menerima uang jalan sebesar Rp. 7.500.000. Jika barang yang dimaksud (ganja) sampai ketujuan tersangka dijanjikan akan di beri upah sebesar Rp. 15.000.000 lagi.
Modusnya, untuk mengelabui petugas tersangka memuat 100 karung ganja itu, dengan cara ditutup dengan muatan buah kelapa, lalu ditutup rapih menggunakan terpal.
Kasus penyelundupan ganja ini masih dikembangkan anggota Satuan Narkoba Polres Lampung Selatan. Sedangkan untuk tersangka Fadli, Rojali, dan M Dahlan masih di buru petugas.
“Akibat perbuatannya tersangka akan di kenai Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 115 ayat (2) Undang-undang RI No.35 Th.2009 tentang Narkotika.”kata Sulistyaningsih.(jpnn/ary)