Cleaning Servise P4TK Ngamuk

Para tersangka ketika mempraktekkan kejahatan mereka merampok di Kantor P4TK, kemarin.

Nyaris Pukuli Geng Rampok Ambon
BATU- Gerombolan perampok yang dikenal sebagai kelompok Ambon, Kamis (22/5) kembali menyerbu Pusat Pengembangan Peberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK), Jalan Arhanud, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo. Mereka pun melengkapi diri dengan peralatan maupun senjata tajam mulai dari  linggis, obeng, pedang, celurit.
Kelompok ini pun mampu melumpuhkan Satpam setempat sekaligus menyekapnya. Dengan beringas 11 pelaku itu mengincar brankas berisi uang di kantor yang berdekatan dengan markas Arhanud.
Kedatangan rampok-rampok untuk kedua kalinya di Kantor P4TK kemarin itu, tak lain untuk mengulang jejak atau rekrontruksi  kejahatan mereka ketika melakukan perampokan. Hanya saja dari 11 pelaku, hanya enam orang yang menjalani rekontruksi dengan kawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Batu, itu lantaran sisanya masih buron.
Keenam tersangka itu, Kazim Lestaluhu, Julkifli Romeon, Ibrahim Lestaluhu, Cristian Lestaluhu, Pedro Lestaluhu, dan Abdul Gani Lestaluhu. Sedangkan kelima tersangka masih  DPO, yakni Abdul Aziz, Etek, Deng Lili, Rifai dan Abdul Kadir terpaksa dimainkan oleh petugas kepolisian.
Rekontruksi berjalan hampir tiga jam, pegawai P4TK dan warga sekitar antusias menyaksikan proses dari awal hingga akhir sepak terjang gerombolan itu sebagai akhir kejahatan mereka di wilayah Malang raya.
Terungkap pula, Ibrahim Lestaluhu yang membawa pedang,  saat sore hari atau sebelum perampokan dimulai, sengaja menyembunyikan semua senjata tajam dan peralatan lainnya di pojok pagar gedung P4TK.
Begitu malam tiba, mereka memasuki kantor tersebut dengan cara melompati pagar sebelah kanan yang lokasinya berdekatan dengan kuburan. Kaburnya pun juga melalui jalan sama.
Dalam rekontruksi kemarin, sempat terjadi ketegangan oleh marahnya cleaning servise yang waktu itu disekap pelaku. Begitu melihat pelaku, petugas cleaning servise langsung ngamuk dan untungnya polisi cepat bertindak.
Joko Priyono, Satpam yang berhasil meloloskan diri menerangkan, bahwa perampokan tersebut memang terorganisir. Artinya, para pelaku sudah cukup lama mengamati dan mencermati semua aktivitas di kantor tersebut.
Joko sendiri baru bisa melepaskan ikatan tangannya sekaligus lolos dari sekapan, sekitar pukul 04.00.
Kemudian, dia pilih bertahan di kantor itu dan meminta temannya, Suwantono melapor ke Markas Pusdik Arhanud. Lantas personil Pusdik pun,
Meneruskan pengaduan itu ke Polsek Junrejo.” Perampokan itu berlangsung sekitar puku 01.30, dan saya baru bisa melepaskan ikatan sekitar pukul 04.00,”terangnya yang disekap bersama dua Satpam lainnya, dan dua petugas cleaning service.
Kapolsek Junrejo, AKP Sutantyo mengatakan, rekontruksi dilakukan untuk melengkapi berkas perkara. ”Kejadiannya 20 November lalu, dan yang sudah tertangkap enam orang, sisanya buron,’’jelas Kapolsek.
Selain melakukan kejahatan di Kota Malang, gerombolan tersebut di Kota Batu juga merampok di SMPN 1, dan BBPP Songgoriti. (mik/lyo)