Kawal Proses Hukum Imam Suprayogo

MALANG – Unjuk rasa yang dilakukan ratusan massa pendukung mantan Rektor UIN Maliki, Imam Suprayogo, membuat Sahmawi, Ketua HMI UIN Maliki angkat bicara. Dia mengaku, HMI UIN tidak menginginkan ada penggiringan massa ke Kejari Kota Malang oleh oknum tertentu. Dia menduga penggiringan massa merupakan bentuk intervensi kepada Kejari agar pemeriksaan terganggu. Dia mengaku saat ini mempersiapkan demo lanjutan.
“Pastinya, kami akan selalu mengawasi proses hukum Pak Imam. Persiapan untuk mengawal proses tersebut telah kami lakukan. Unjuk rasa atau tidak, nanti kami lihat situasinya dulu,” tuturnya.  Pria yang kerap disapa Awing ini menilai unjuk rasa massa Pro-Imam kemarin merupakan upaya untuk memberi dukungan moral kepada Imam dan UIN. Karena, dengan dukungan tersebut Imam akan memiliki kesiapan mental untuk menjalani proses hukum yang menderanya.
Namun, Awing juga menyayangkan upaya Imam untuk bersembunyi dan justru melakukan manuver lain. “Bila memang sedang menjalani proses hukum, ya hadapi saja. Bila memang merasa tidak bersalah, buktikan secara hukum,” jelas pria asal Madura ini. HMI UIN pun tetap keras dengan himbauannya pada Kejari. Mereka mengharapkan Kejari bisa melakukan penahanan sementara pada tersangka Imam agar tidak melakukan manuver lain menjelang pemeriksaannya.
Mereka curiga Imam dan rekan-rekannya menyembunyikan barang bukti. Selain itu, Awing menyampaikan kecurigaannya pada unjuk rasa massa pro-Imam, beberapa waktu lalu. Dia mengaku masih khawatir ada oknum yang memotori gerakan tersebut.  Lulusan Psikologi UIN Maliki itu mengaku tidak akan tinggal diam bila terbukti ada oknum dibalik unjuk rasa. “Lagipula, perlu ada keseimbangan. Bila mereka beri dukungan moril kepada Imam, kami  juga beri dukungan moril pada Kejari,” ucapnya tegas.
Sebelumnya, ratusan massa Pro-Imam berunjuk rasa di halaman depan Kejari Kota Malang. Unjuk rasa tersebut bertujuan untuk memberi dukungan moril kepada Imam. Kabarnya, saat itu Imam akan menjalani pemeriksaan kedua. Muhtadi Ridwan, dosen sekaligus perwakilan massa pro-Imam menjawab tidak ada oknum dibalik unjuk rasa tersebut. “Tidak ada penggiringan massa. Bahkan, kami tidak menyangka massa yang terkumpul akan sebanyak ini,” ungkapnya. (mg3/mar)