Nenek Tewas Masuk Sumur

MALANG– Suasana tenang di sekitar Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam di Dusun Sukosari, Desa Rejoyoso, Bantur, siang kemarin mendadak gempar. Reaksi itu dipicu setelah mendengar kabar, Sariyah, 70 tahun, warga sekitar yang rumahnya berdempetan dengan ponpes, tercebur di dalam sumur milik ponpes tersebut. Korban jatuh terperosok ke dalam sumur, setelah tak kuat menahan timba berisi air.  Karena pihak keluarga menerima kematiannya, usai dievakuasi jenazah Sariyah hanya dimintakan visum luar di Puskesmas Wonokerto, Bantur.
Selanjutnya, jenazahnya dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan. “Dari hasil olah tempat kejadian perkara sama sekali tidak ada bekas kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena jatuh ke dalam sumur. Apalagi kondisinya selama ini juga sering sakit-sakitan,” tutur Kapolsek Bantur, AKP Karmidi. Informasi yang diperoleh, peristiwa yang langsung menggemparkan warga tersebut terjadi sekitar pukul 10.00.
Saat itu Sariyah yang tinggal bersama dengan anak cucunya, pergi ke sumur milik Ponpes Assalam yang ada di belakang rumah. Kemudian dengan kondisi sakit-sakitan dan kepala pusing dia menimba air. Niatnya air sumur itu untuk dirinya mandi. Namun belum sampai mendapat satu timba, Sariyah yang tidak kuat menarik air dalam timba, terpeleset dan kemudian tubuhnya tertarik ke dalam sumur.
Usaimah, 18 tahun, salah satu santriwati yang kali pertama mengetahui kejadian itu, langsung berteriak histeris hingga mengundang seluruh penghuni ponpes dan keluarga korban. Warga sekitar pun melapor ke petugas Polsek Bantur. Selanjutnya petugas menghubungi Tim SAR PMI Kabupaten Malang melakukan evakuasi. Sekitar tiga jam evakuasi, pukul 13.00 tubuh korban berhasil diangkat dari dalam sumur. (agp/mar)