Mantan PNS Ngadu MCW

Merasa Dibohongi Inspektorat Terkait Pemecatan sebagai PNS
KEPANJEN- Viktor Kristianto, 34 tahun, mantan PNS di Kecamatan Tajinan, mempersoalkan pemecatan tidak hormat dirinya yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Malang. Dia dituding tidak masuk kerja selama 58 hari tanpa keterangan. Bapak dua anak ini menuturkan, dia dipecat oleh Inspektorat Kabupaten Malang pada akhir tahun 2012 lalu. “Saat itu, saya kaget diberi pemberitahuan dipecat secara tidak hormat, karena absen selama 58 hari,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dia mengaku pernah tidak bekerja selama 12 hari di Kecamatan Tajinan lantaran Ita Rinawati, istrinya sedang hamil tua, bulan Mei 2012 lalu. Sehingga dia izin tidak masuk bekerja untuk menjaga istri kesayangannya tersebut hingga melahirkan. Setelah istrinya melahirkan anak kedua mereka, Viktorpun kembali masuk bekerja. “Saya tetap bekerja seperti biasa dan tidak menemui masalah apapun,” tuturnya. Namun, pada bulan November tahun 2013, dia mendapat surat pemberitahuan bahwa dipecat sebagai PNS secara tidak hormat.
“Waktu itu Camat Tajinan, Mumuk Hadi Martono (sekarang Camat Singosari) menyampaikan surat dari Inspektorat, bahwa saya dipecat secara tidak hormat,” kenangnya. Pria yang tinggal di Desa Gondowangi, Wagir ini pun mencoba meminta kejelasan kepada Inspektorat. Menurutnya, saat itu pihak Inspektorat berjanji akan mengecek data absensi dirinya dan juga surat keterangan izin tidak masuknya. “Namun, setelah lama ditunggu-tunggu hingga tahun 2013, Inspektorat tidak kunjung memberikan kejelasan,” keluhnya.  
Selama setahun lebih dipecat, Viktor mengaku bekerja sebagai sopir travel untuk memenuhi kebetuhan hidup keluarganya. “Sebelum menjadi PNS, saya bekerja sebagai sopir travel.  Ketika dipecat, saya terpaksa kembali ke pekerjaan lama saya,” kata pria yang juga pernah menjabat sebagai PNS di bagian Tata Pemerintahan Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ini. Sekarang, dia pun memberanikan diri untuk melaporkan pemecatan dirinya ke Malang Corruption Watch (MCW).
Menurutnya, dia memberanikan diri melaporkan persoalannya tersebut, lantaran pemecatan itu sudah tidak beres. “Mulanya Inspektorat berjanji kepada saya untuk memberikan jalan keluar terkait masalah saya ini. Karena saya merasa dibohongi, akhirnya lapor ke MCW atas dorongan teman-teman saya lainnya,” terangnya. Inspektorat Kabupaten Malang, Didik Muljono tiba-tiba menutup telepon saat Malang Post memperkenalkan diri. Ketua Dewan Perkumpulan MCW, Luthfi J Kurniawan mengatakan, akan menyelidiki terkait permasalahan tersebut.
“Kami tentunya akan menerima laporan pengaduan tersebut. Namun, dalam penanganannya, kami harus cermat dan teliti. Kalau sesuai dengan fakta, maka akan kami tindak lanjuti,” bebernya. Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang, Suwandi mengatakan bahwa Viktor sudah lama diberhentikan dari PNS Kabupaten Malang. Pemecatan dilakukan karena selain sering tidak masuk kerja, Viktor juga terlibat kasus utang dan penipuan.
“Tidak hanya satu orang yang ditipu, tetapi banyak,” kata Suwandi dikonfirmasi di Gedung DPRD Kabupaten Malang, kemarin siang. Namun meski telah diberhentikan, selama ini Viktor masih terlihat mondar-mandir di Pendopo Kabupaten Malang, dengan memakai seragam PNSnya. “Kalau dia mengadu ke MCW, apa lagi yang diadukan,” tanyanya. (big/agp/mar)