Dipecat, Beralih Mencuri di Panti

BUMIAJI - Ibarat air susu dibalas air tuba. Itulah kiasan yang pas bagi tiga remaja mantan siswa Panti Asuhan Aisiyah, Desa/Kecamatan Bumiaji. Bagaimana tidak, setelah tak lagi bermukim di panti asuhan yang berlokasi di Jalan Kastubi tersebut, malah tega mencuri barang-barang di dalamnya.  
Polisi pun meringkus ketiga tersangka itu, yakni berinisial Sn 16 tahun, Ai 16 tahun dan Sh 18 tahun warga Dusun Banaran, Desa Bumiaji.
Barang bukti yang berhasil diamankan polisi, sebuah laptop Toshiba, notebook, dua tas, Hp dan satu modem yang kesemuanya milik Ginanjar seorang mahasiswa warga Jember yang kebetulan menjadi salah satu pengajar di panti asuhan tersebut.
Ginanjar sendiri baru merasa barangnya hilang, setelah ketiga remaja itu pergi. Lantas kecurigaan pun diarahkan kepada tersangka, dan hal itu juga mampu dibuktikan polisi dengan penyelidikan selama tiga hari.“Kejadian pencurian berlangsung 12 Mei lalu, dan tersangka sengaja mamanjat pagar karena kondisi panti asuhan sedang sepi,”jelas Kasatreskrim Polres Batu, AKP Adi Sunarto, Jumat (30/5).
Menurutnya, keterangan ketiga tersangka juga mengakui mantan penghuni panti asuhan tersebut. Mereka terpaksa dikeluarkan pihak pengelola, lantaran kenakalannya sekaligus kerap membolos dari berbagai kegiatan.
Namun demikian, kata Adi Sunarto, motif dari pencurian itu sendiri belum diketahui apakah kietiga tersangka balas dendam ataukah persoalan ekonomi.” Karena itulah kami harus memeriksa ulang ketiga tersangka itu,’’pungkasnya. (mik/lyo)