Siswa SMK PGRI 3 Malang Dibacok Perampas Motor

MALANG - Perampasan sepeda motor di kota Malang, kembali menjadi momok. Hanya berjarak seminggu, dua kasus perampasan dengan menggunakan senjata tajam terjadi. Sabtu (24/5) dini hari, Winarko, 33 tahun, warga Jalan DR Cipto, Bedali, Lawang yang menjadi korbannya. Saat hendak pulang ke rumahnya, motor Honda Beat yang dikendarainya dipepet tiga orang di Jalan Ahmad Yani Utara Malang. Satu motor menghadang laju motornya, sedangkan satu motor lagi memepet.
Salah seorang diantara pelaku, langsung mengalungkan celurit yang dibawa ke leher Winarko. Spontan, dia pun hanya pasrah melihat motornya dibawa kabur ke arah utara. Dia lalu melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsekta Blimbing. Kejahatan dengan kekerasan ini, dini hari kemarin kembali terulang. Tujuh pelaku yang mengendarai tiga motor, memperdayai tiga ABG asal Jalan Raya Candi III Malang.
Kali ini, pelakunya langsung membacokkan celurit yang dibawa dan merampas motor Yamaha Mio di Jalan Soekarno Hatta Malang. Sumber Malang Post menyebutkan, tiga ABG berusia sekitar 17 tahunan asal Jalan Raya Candi III Malang itu adalah Glade alias Ade, Richard dan Osi. “Mereka berboncengan tiga pulang dari rumah temannya di kawasan Sulfat Malang,” ungkap sumber ini.
Diduga, mereka sudah diincar kawasan perampok jalanan itu sejak dari Jalan Sulfat Malang. Begitu motor yang mereka kendarai berada di dekat patung pesawat di Jalan Soekarno Hatta Malang, tiga motor pelaku langsung memepet. “Satu motor menghadang di depan, satu motor di belakang dan satu lagi motor memepet,” terang dia.
Tanpa banyak kata, pelaku yang membawa celurit, membacok kepala Ade yang menyetir motor dan Richard, yang berada di boncengan paling belakang. Sedangkan Osi yang berada di tengah tidak bisa berbuat apa-apa.  Mereka juga hanya bisa pasrah melihat motor tersebut dibawa kawanan perampok ini. Ade yang tercatat sebagai siswa kelas II SMK PGRI 3 Malang ini serta Richard, dilarikan ke IRD RSSA Malang untuk mengobati luka bacoknya. Hingga kini, kasus itu masih diselidiki anggota Polsekta Lowokwaru.
Menyikapi mulai maraknya perampasan motor, Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH meminta masyarakat untuk menghindari jalur rawan, seperti sepi dan gelap. “Kami menganjurkan supaya berkendara secara rombongan, antara dua atau tiga motor,” katanya.
Dia menerangkan, secara kontinyu atau rutin, polisi sebenarnya sudah melakukan langkah-langkah preventif dalam bentuk patroli yang dilakukan anggota Polsek dan Polres di jam-jam tertentu dan tempat-tempat rawan. “Namun penyelidikan terhadap laporan dari masyarakat, tetap dilakukan anggota reskrim,” pungkasnya. (mar)