Empat Orang Tersangka Judi Ayam Pakisaji

Pasca penggrebekan judi sabung ayam terbesar di Malang, lokasi pabrik masih dilakukan penjagaan oleh petugas.

MALANG – Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus judi sabung ayam di dalam pabrik pupuk Phosphate Alam, CV Semar Tani Jalan Raya Golek Desa Karangduren Pakisaji. Sementara tujuh orang lainnya, yang sempat ikut diamankan hanya sebatas sebagai saksi.
Keempat tersangka tersebut masing-masing berinisial WD, warga Pakisaji, HP warga Wlingi – Blitar, TN warga Pakisaji serta DC warga Kecamatan Wonosari. Mereka ditetapkan tersangka setelah menjalani pemeriksaan maraton. Dari empat tersangka tersebut, WD adalah pengurus pabrik.
“Dari sebelas orang yang kami amankan, hanya empat orang yang kami tetapkan sebagai tersangka. Sisanya hanya sebagai saksi. Usai menjalani pemeriksaan, ketujuh saksi tersebut langsung kami pulangkan,” terang Kanit V Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Victor Mackbon.
Dikatakannya, keempat orang yang dijadikan tersangka itu setelah dari pemeriksaan, mereka terbukti sebagai pengelola judi sabung ayam yang memiliki omzet jutaan rupiah. Mereka dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian.
Sementara untuk barang bukti 82 unit sepeda motor milik para pelaku judi, Minggu (1/6)  malam lalu langsung dibawa ke Polda Jatim. Puluhan motor tersebut, diangkut dengan menggunakan sembilan unit truk dan dikawal petugas.
Selama proses pemindahan, lokasi judi sabung ayam dikawal ketat oleh puluhan petugas Brimob dengan bersenjata lengkap. Bahkan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat bersama anggota Reskrim lainnya, ikut turun ke lapangan melakukan pengamanan sekalipun Polres Malang merasa kecolongan, dengan penggrebekan judi sabung ayam itu.
Begitu juga dengan 22 mobil milik para pelaku, ikut dibawa ke Polda Jatim. Untuk mengangkut barang bukti mobil ini, petugas mendatangkan kendaraan besar trailer. “Untuk semua barang bukti tidak ada yang dititipkan, semuanya kami amankan di Polda Jatim,” tutur Victor.
Untuk pengambilan barang bukti ? Dikatakan Victor, pemilik kendaraan silahkan mengambil di Polda Jatim. Syaratnya harus menunjukkan surat-surat kendaraan lengkap. “Bagi yang mau mengambil kendaraan, silakan menunjukkan surat-surat kendaraan,” katanya.
Sementara itu, pantauan Malang Post di sekitar lokasi penggrebekan, kemarin siang masih dijaga ketat oleh petugas. Baik petugas dari Polsek Pakisaji, Polres Malang ataupun Polda Jatim. Hanya saja aktivitas apa yang dilakukan didalam, tidak diketahui karena gerbang pintu masuk tertutup.(agp/feb)