Masih ABG, Keluar Masuk Bui

Tersangka FEB diminta keterangan terkait dengan aksi kejahatannya.

SINGOSARI- Pelaku kejahatan tidak mengenal batas usia. Hal itu pula yang membuat ABG berinisial FEB, 15 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Tlogosari, Donomulyo harus mendekam di sel PPA Polres Malang. Remaja yang sudah dua kali dijebloskan ke penjara itu, kembali ditahan karena melakukan penipuan sepeda motor Honda Revo, N 5390 JU milik pegawai PO Bus Restu, Narko Hadi, 21 tahun, warga Desa Mulyoarjo, Lawang.
Peristiwanya sendiri terjadi di sekitar kantor PO Bus Restu, Singosari, 13 April 2014 lalu. “Tersangka ditangkap setelah dilaporkan membawa kabur sepeda motor milik Narko. Dari pemeriksaan, ternyata aksi tersangka bukan sekali itu,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat. Diterangkan dia, antara korban dan pelaku, sebelumnya sudah saling kenal. Kesempatan itulah, yang dimanfaatkan FEB untuk meminjam motor korban dengan alasan hendak ke Pasar Singosari.
Karena sudah berteman, korban pun memberikan motornya. “Sejak kunci motor diberikan, ternyata pelaku tidak mengembalikan. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Singosari,” tambahnya. Usai mendapatkan motor curian, paparnya, ternyata FEB terus berulah. Dari pengakuannya, pada 24 April tersangka mendatangi Warnet Cavin di Kepanjen. Saat datang dan melihat penjaga warnet lengah, uang dan HP dicurinya.
“Tersangka berbuat kejahatan lagi 30 Mei lalu. Dia bermain ke rumah pamannya di Kejapanan, Kabupaten Pasuruan. Dia membawa kabur motor kenalan pamannya yakni Supra X 125, N 2540 OH. Sayang, baru sampai di Singosari, pelaku berhasil terlacak,” ujar Wahyu. Sementara tersangka FEB, dalam pemeriksaan tidak mengelak dengan kejahatan yang dilakukannya. Bahkan, dengan gamblang bocah ini mengatakan, dia ditangkap karena saat membawa kabur motor milik kenalan pamannya, tidak mengenakan helm.
“Karena tidak memakai helm dari Pasuruan, tanpa sadar saya dipergoki oleh Narko saat melintas di Lawang. Setelah dikejar, saya kemudian tertangkap di Singosari dan diamankan di sana,” ujarnya. Disinggung aksinya, FEB mengatakan, tahun 2012 mencuri HP di sebuah rumah di Desa Cokolio (Cempokomulyo)-Kepanjen. Karena tertangkap, dia tahanan selama 2,1 bulan. Tahun 2013, kembali mencuri HP di Desa Ngadilangkung-Kepanjen. Karena ketahuan, kembali dipenjara selama 5 bulan. (sit/mar)