Kembali Gagal, Lunasi Kredit

Thomas Kusumajaya menunjukkan bukti pelunasan kredit dari Bank Danamon.

Sidang Danamon
MALANG- Untuk kesekian kalinya, Thomas Kusumajaya, 55 tahun, warga Jalan Peltu Sujono Malang, kembali mengelus dada. Kemarin, seharusnya sidang pemeriksaan perkara gugatan terhadap Bank Danamon digelar. Namun, beralasan belum siap dan memasukkan kuasa untuk penasehat hukum baru, pihak Bank Danamon mengajukan pengunduran hingga Kamis (19/6) nanti. “Saya tidak tahu maksud mereka mengundur-undur sidang,” tutur distributor bawang merah ini.
Padahal, pada Selasa (3/6) lalu, dia sudah melunasi kreditnya di Bank Danamon sebesar Rp 225 juta. “Saya bahkan membayar pinaltinya sebesar Rp 14 juta,” ujarnya.
Namun pelunasan kredit itu, bukan pelunasan yang dianggap menjadi kredit macet oleh Bank Danamon. Thomas, panggilannya beralasan bila pelunasan kredit itu dilakukan karena dia sudah enggan berhubungan atau kredit dengan Bank Danamon yang dianggapnya tidak profesional. “Saya juga mendapat surat pernyataan pelunasan utang yang ditandatangani oleh Deddy Eko Purnomo Anafik, Unit Manager Bank Danamon Simpan Pinjam Dinoyo,” tambah dia.
Di sisi lain, Thomas juga mengaku mengikuti pemeriksaan tambahan laporan pidana terhadap Bank Danamon di Satreskrim Polres Malang Kota. Materi pemeriksaan itu, berhubungan dengan proses penolakan kreditnya oleh Bank BTPN hingga bagaimana dia masuk dalam daftar call 2 sesuai daftar Bank Indonesia.
Sementara itu, M.S Alhaidary, kuasa hukumnya mengatakan, perkara dengan nomor 63/Pdt.G/2014/PN.Malang tetap berlanjut karena sudah tidak terjadi kesepakatan damai. “Seharusnya mereka menjawab gugatan itu. Tapi alasannya belum siap,” terangnya. (mar)