Polisi Amankan 17 Siswa Kelas VIII

Beberapa siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tajinan yang diamankan petugas.

JAJARAN Satreskrim Polres Malang dan Polsek Tajinan, bergerak cepat menangani kasus besar ini. Pasca  Muhammad Andi Nur Fahmi tewas, beberapa anggota reserse memburu pelaku pengeroyokan tersebut. Dari hasil operasi Rabu (4/6) malam itu, mereka berhasil mengamankan 17 siswa kelas VIII A – F. Mereka digiring ke Mapolres Malang karena diduga kuat ikut melakukan pengeroyokan. Menurut Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, status mereka masih dimintai keterangan.
“Ada 17 anak yang kami amankan. Saat ini masih kami mintai keterangan untuk mengetahui peran dari masing-masing anak. Siapa yang memegangi tubuh korban, serta siapa saja yang ikut memukuli. Dari 17 anak tersebut, apakah nantinya bertambah atau hanya beberapa saja yang menjadi tersangka, kami masih lakukan penyidikan,” terang dia. Motif pengeroyokan, lanjutnya, ada salah satu temannya yang menuduh korban telah mengisi air ke tangki bensin motor.
“Salah satu temannya yang masih kami rahasiakan identitasnya ini, tidak terima dan memberitahu teman-temannya yang lain. Setelah itu, dia mengajak untuk mengeroyok korban tersebut,” tegasnya. Versi polisi, pengeroyokan terjadi empat kali. “Dua kali di dalam kelas, sekali di luar kelas dan sekali sebelum gerbang keluar sekolah. Semua lokasi sudah kami buatkan sketsanya saat melakukan olah TKP,” papar mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.
Dia melanjutkan, Polres Malang sudah memintakan visum untuk korban serta bukti rontgen. Dari keterangan sementara pihak rumah sakit, ada pendarahan di kepala Andi yang mengakibatkan dia meninggal dunia. “Kami hanya mintakan rontgen karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi,” katanya. Jika terbukti bersalah, para pelaku ini akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 Pasal 80 Ayat 3 tentang adanya kekerasan yang mengakibatkan kematian. Ancaman hukumannya 10 tahun kurungan penjara. (agp/mar)