Pemalsu Dokumen Diduga Jaringan Terorganisir

MALANG - Korban pemalsuan dokumen penting yang dilakukan Pitono, warga asal Sumbergedang - Pandaan ternyata tidak hanya dari  Kabupaten Malang saja. Berdasarkan hasil pendalaman penyidikan Satreskrim Polres Malang, korban juga berasal dari beberapa daerah hampir di seluruh Indonesia.
"Dari data base yang tersimpan pada komputer yang kami jadikan barang bukti, pemesan dokumen berasal dari seluruh Indonesia. Dari bukti itu, sudah sangat jelas korban pemalsuan dokumen sangat banyak. Namun sampai sejauh ini, tersangka masih belum mau mengakuinya," terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini mengatakan, pemalsuan dokumen yang dilakukan Pitono melibatkan jaringan antar kota. Polisi sendiri, masih mengembangkan kasus untuk memburu pelaku lainnya. Termasuk mendalami apakah ada keterlibatan orang dalam.
"Kasus ini jelas melibatkan jaringan yang terorganisir. Kami akan terus mengembangkan kasusnya. Saat ini kami sudah mengantongi nama salah satu pelaku asal Pasuruan. Tinggal menunggu penangkapan saja," ujar Wahyu.
Disinggung soal istri tersangka yang sempat ikut diamankan, Wahyu mengatakan bahwa Surati, istri ketiga Pitono yang tinggal di Dusun Semanding Desa Curungrejo Kepanjen, sementara masih sebatas sebagai saksi. Pihaknya masih akan mengembangkan keterlibatannya.
"Untuk sementara istrinya kami minta wajib lapor. Kami masih mendalami keterlibatannya. Jika nanti dalam pengembangan dia ikut terlibat, maka juga akan kami jadikan sebagai tersangka," tegasnya.
Sekadar diketahui, pelaku pemalsuan dokumen penting seperti ijazah, KTP, KK, Akta kelahiran, surat cerai, buku nikah dan paspor, Kamis (5/6) malam dibekuk Satreskrim Polres Malang. Tersangkanya Pitono, 52 tahun. Warga asal Sumbergedang – Pandaan ini, ditangkap saat digrebek di rumah istri keduanya, Sri Kutobah di Dusun Babaan Desa Ngasem Kecamatan Ngajum.
Pitono diamankan saat hendak transaksi pembuatan ijazah palsu. Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya blanko pembuatan dokumen yang masih kosong dan terisi. Meja serta peralatan sablon dan puluhan stempel beberapa instansi, seperti Depag Kabupaten Malang, Dispenduk Kabupaten Malang, KUA Bondowoso dan stempel SMP PGRI.
Setelah ditangkap, polisi lalu mengembangkan dengan menggeledah rumah istri ketiga tersangka yaitu Surati, di Dusun Semanding Desa Curungrejo Kecamatan Kepanjen. Di lokasi ini, polisi mengamankan barang bukti blanko palsu serta seperangkat alat komputer untuk membuat dokumen palsu. Selanjutnya, penggrebekan diteruskan dengan menggeledah rumah Pitono di Pandaan. (agp/fia)