Empat Bersaudara Meringkuk Bersama di Sel

MALANG –  Empat bersaudara warga Dusun Wonokerto, Desa Sumberejo, Poncokusumo, sejak akhir pekan kemarin meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Yaitu Pranoto, 42 tahun, Paidi, 23 tahun, Toyib, 55 tahun serta Imam Sunadi, 42 tahun. Mereka ditangkap karena melakukan pencurian kayu di hutan lindung Desa Patok Picis, Wajak. Mereka diamankan di rumahnya masing-masing, beserta dengan barang bukti dua belas gelondong kayu jenis Damar dengan ukuran panjang 1,5 meter, serta dua buah alat gergaji yang digunakan memotong kayu.
“Untuk barang bukti itu, sudah lebih dulu diamankan oleh petugas Polsek Wajak bersama dengan pihak Perhutani. Namun saat digrebek, waktu itu keempatnya berhasil kabur. Baru ketika kami mendapat informasi kepulangan mereka, kami langsung lakukan penggrebekan,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat. Menurutnya, sesuai laporan dari pihak Perhutani, aksi pencurian kayu yang dilakukan keempat tersangka terjadi 5 Mei 2014 lalu sekitar pukul 05.00.
Mereka berangkat dari rumah menuju lokasi hutan dengan jalan kaki. Setiba di lokasi keempat tersangka langsung menjalankan aksinya. Mereka menebang sembilan tonggak kayu jenis Mahoni di Petak 66K, dua tonggak kayu Mahoni di Petak 72. Kemudian menebang enam tonggak kayu Damar di Petak 66B dan menebang enam tonggal kayu Pinus di Petak 64B. “Mereka menebangnya dengan kayu gergaji manual,” ujar Wahyu.
Setelah ditebang lalu dijadikan beberapa potong dengan ukuran 1,5 meter, kayu-kayu tersebut dibawa pulang dengan cara dipanggul. Jarak antara hutan dengan rumah mereka sekitar dua kilometer. “Terungkapnya kasus pencurian itu, berdasarkan laporan pihak Perhutani yang mengetahui ada pencurian kayu hutan,” katanya. Keempat tersangka ini dijerat dengan Pasal 50 ayat 3 UU Nomor 41 tahun 1999 tentang pencurian kayu kehutanan dengan ancaman hukuman 10 tahun kurungan penjara.
Sementara itu, dalam pemeriksaan penyidik keempat tersangka yang mengaku bersaudara ini, mengatakan hanya memotong satu batang pohon saja. “Kami hanya memotong satu batang pohon saja. Kalau di lokasi ada bekas potongan pohon, itu pelaku lain. Kami mencuri pohon milik hutan itu hanya sekali ini saja. Rencananya setiap gelondong akan kami jual antara Rp 20.000 – Rp 25.000,” tutur Imam Sunadi, penjual bakso, yang dibenarkan tersangka lainnya. (agp/mar)