Rampok Juragan Ayam Tewas Ditembak

SURABAYA- Masih ingat kasus perampokan yang menimpa Sukandar, 49 tahun, juragan ayam di Dusun Glendangan, Desa Ngingit, Tumpang, Sabtu (8/3) lalu? Ketika itu, lima perampok membawa kabur satu unit mobil Honda Jazz, N 1844 SQ, satu unit motor Kawasaki Ninja, DK 4188 OG, satu unit motor Honda Vario, N 5864 SJ dan uang Rp 70 juta. Dini hari kemarin, dua dari lima pelakunya berhasil ditangkap Timsus Cobra I Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.
Salah satu pelaku, yakni Ahmad Sapi`i alias Mat Sapi, 25 tahun, warga Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Pasuruan tewas ditembak di dadanya karena berusaha melawan saat hendak melarikan diri. Dada pria yang juga memiliki rumah di Krajan, Malang ini diterjang timah panas anak buah Kompol Arbaridi Jumhur, saat hendak melemparkan bom bondet kea rah petugas.  Sedangkan seorang pelaku lain, Kuswanto alias Curut, 26 tahun, warga Desa Argosuko, Poncokusumo ditembak di kakinya.
“Pagi ini (kemarin), tim Jatanras Polda Jatim telah melakukan tindakan tegas tembak mati terhadap pelaku spesialis pencurian dengan kekerasan (curas) karena berusaha melakukan perlawanan terhadap petugas. Sementara seorang lagi kami lumpuhkan karena berusaha melarikan diri,” kata Kasubdit III Jatanras Polda Jatim, AKBP Hany Hidayat.  Dia menjelaskan, komplotan curas dan kejam ini berjumlah enam orang dan sudah tujuh kali beraksi di wilayah Jawa Timur.
“Dalam catatan petugas, di Kabupaten Malang ada dua TKP, sedangkan sisanya di Gresik, Tulungagung, Ngawi, Mojokerto dan Trenggalek. Kelompok ini menargetkan rumah mewah dan pengusaha dengan modal senjata tajam dan bom bondet,” terang lulusan Akpol 1998 ini. Dari kedua tersangka itu, polisi mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Suzuki Satria, satu televisi LCD, tujuh buah BPKB kendaraan bermotor, satu celurit, kunci T, tujuh buah bondet, satu kantong bahan pembuat bondet dan uang rampokan Rp 2 juta.
“Terakhir mereka melakukan perampokan di galangan kayu UD Usnawi Jaya milik Hj. Andik Bahari Wibisono, di Dusun Tugu Bedah, Desa Hulan, Kecamatan Menganti, Gresik, Sabtu (7/6) lalu sekitar pukul 01.00,” ungkap perwira dengan dua melati pundaknya ini. Dari hasil kejahatannya itu, keenamnya membawa kabur brankas berisikan uang sekitar Rp 50 juta, satu unit truk, W 9530 UD dan 1 mobil Suzuki Mega Carry, W 9692 J. “Uang Rp 2 juta itu hasil pembagian dari dalam brankas yang ikut diambil,” pungkas Hanny. (dk/agp/mar)