Curi 10 Ekor Kenari, Babak Belur

Tersangka Eko Wahyudi dan barang bukti di Mapolsek Pakis.

MALANG – Eko Wahyudi, 39 tahun, Selasa lalu menjadi bulan-bulanan warga Dusun Urek-urek, Desa Asrikaton Pakis. Warga asal Dusun Ledokdowo, Desa Pakisjajar Pakis yang tinggal di Desa Kemantren Jabung ini, menjadi sasaran amuk massa setelah tertangkap tangan mencuri 10 ekor burung kenari milik Eko Prio Handoko, 28 tahun warga sekitar.
Untungnya petugas Polsek Pakis yang mendapat laporan segera datang ke lokasi. Selanjutnya dengan kondisi babak belur, tersangka bersama barang buktinya langsung diamankan di Mapolsek Pakis.
“Rencananya kalau laku, burung kenari tersebut mau saya jual. Tetapi kalau tidak laku, ya saya rawat sendiri. Saya baru sekali ini mencuri karena kepepet,” ungkap tersangka Eko Wahyudi.
Aksi pencurian yang dilakukannya ini, terjadi sekitar pukul 11.00. Siang itu, sehabis membeli bensin sepeda motornya, tersangka melintas di depan rumah korban. Saat melintas, ia melihat ada belasan burung kenari lokal di dalam sangkar di lantai dua rumah korban. Tersangka lalu muncul niatan untuk mencuri.
Dengan santai, tersangka lalu masuk ke dalam rumah korban lewat lantai dua. Saat masuk, korban sedang berada di dalam kamar. Sementara istri korban sedang berada di dapur. Tersangka kemudian naik ke lantai dua, lalu mengambil 10 ekor burung kenari dimasukkan ke jaket.
Ketika mau kabur, aksinya dipergoki oleh istri korban yang kemudian berteriak maling hingga mengundang warga sekitar. Warga yang mendengar lalu berdatangan yang kemudian memukuli korban beramai-ramai.
“Tersangka memang mengaku baru sekali, tetapi kami akan mengembangkan kasusnya karena ada dugaan lebih dari sekali. Dia kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian,” ungkap Kanitreskrim Polsek Pakis, Ipda Roni Marghas.(agp/nda)