Bom Meledak di Lahan Militer, Satu Tewas

Jihandak Brimob Polda Jatim diback up petugas TNI AU menyelidiki TKP ledakan, kemarin.

SINGOSARI– Kasus peluru nyasar di Kecamatan Lawang belum tuntas, sebuah ledakan menewaskan satu warga, kemarin. Terjadi di lahan tebu dekat lapangan tembak Gondo Mayit Pagas milik TNI Angkatan Udara. Tepatnya di belakang Komplek Perumahan Angkatan Udara Kartanegara di Desa Tamanharjo Kecamatan Singosari.
Peristiwa yang terjadi pukul 11.00 tersebut, mengakibatkan seorang tewas. Korban Jama’adi (23 tahun) warga Kampung Tengah Desa Gunung Kunci Kecamatan Jabung. Ia adalah seorang buruh tebang tebu, yang kebetulan bekerja menebang tebu di lokasi kejadian.
Belum diketahui secara pasti sumber ledakan tersebut. Apakah bom, ranjau atau bahan peledak lainnya. Pasalnya sampai kemarin sore, petugas Polsek Singosari diback up Polres Malang serta petugas dari TNI AU masih melakukan penyelidikan. Bahkan tim Jihandak Brimob Polda Jatim diterjunkan untuk menyelidiki kasus itu.
“Apa yang meledak itu, kami masih belum tahu, karena harus menunggu ahlinya dari tim Jihandak. Yang jelas ledakan yang kemudian melukai korban tersebut, bukan berasal dari peluru,” ungkap Kapolsek Singosari Kompol Decky Hermansyah.
Sebelum kejadian menimpanya, Jama’adi bersama dua temannya sesama buruh tebang tebu yaitu, Sudiro dan Sugianto serta seorang sopir truk, Samsul datang ke lokasi kebun tebu. Mereka menebang tebu milik Boiman, warga Desa Dengkol Singosari yang memang waktunya panen.
Semula mereka menebang tebu di sisi selatan. Namun karena masih kurang (belum penuh satu truk), korban bersama dua temannya pindah ke lokasi sebelah kiri (utara). Sudiro serta Sugianto, menebang sedikit masuk ke dalam. Sedangkan korban sendiri, menebang di sisi depan.
Ketika baru beberapa kali menebang, tanpa disengaja sabit (caluk) yang digunakan menebang tebu, membentur sebuah benda. Bersamaan dengan itu langsung tiba-tiba terdengar ledakan. “Suara ledakannya keras, saya sampai kaget. Ketika saya lihat, ternyata korban sudah tergeletak dengan bersimbah darah. Saat itu dia masih hidup dan sempat berteriak,” tutur Slamet, sopir truk yang juga saksi.
Mengetahui korban terkapar, dua temannya Sudiro dan Sugianto langsung membawanya ke Poliklinik Dr M Munir Lanud Abdul Rachman Saleh Jalan Rogonoto Singosari. Sedangkan Samsul lalu melaporkan ledakan itu, ke petugas TNI AU yang kemudian diteruskan dengan melapor ke Polsek Singosari.
Sampai di Poliklinik, korban meregang nyawa. Ia mengalami luka di wajah, leher serta luka pelipis kanan tembus kepala. Pihak keluarga, menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan tertulis.
Bahkan, sempat terjadi perdebatan antara keluarga korban dengan petugas. Keluarga meminta supaya jenazah segera pulang. Sementara petugas masih melakukan pengambilan sidik jari. Ketika wartawan mengambil gambar, keluarga juga tidak berkenan. “Jangan difoto-foto,” teriak salah satu keluarga, sembari menolak dikonfirmasi.
Sedangkan, Kapentak Lanud Abdul Rachman Saleh, Letkol Sus Sutrisno mengatakan bahwa lahan itu adalah milik TNI AU. Lahan selama ini dikelola oleh masyarakat. “Ini memang lahan TNI AU yang dikelola masyarakat,” tegasnya.

Kuat Dugaan Bom Rakitan

Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan Tim Jihandak Brimob Polda Jatim, ledakan yang menewaskan Jama’adi itu, jenis ledakan low explosive atau ledakan dengan kategori rendah. Sumber ledakan itu sendiri, memang berasal dari bahan peledak, namun bukan bahan peledak yang biasa digunakan oleh TNI ataupun Polri.
Berdasarkan data dari beberapa nara sumber Malang Post, ledakan tersebut berasal dari bom rakitan atau black powder yang bentuknya seperti bondet. Indikasi tersebut, berdasarkan beberapa serpihan serta sisa ledakan yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
“Kalau melihat bentuk dan ledakannya, adalah low explosive yang diduga dari bom rakitan,” kata salah satu petugas kepada Malang Post.(agp/ary)