Avter Pertamina Dicuri

AVTUR: Kapolsek Singosari Kompol Decky Hermansyah, menunjukkan barang bukti drum berisi avtur yang diamankan.

MALANG– PT. Pertamina kebobolan. Bahan bakar pesawat (avtur) sebanyak 24 KL (24.000) atau 24 ton senilai Rp 240 juta dicuri. Pelakunya berjumlah empat orang. Salah satunya adalah pegawai lepas (outsourcing) PT. Pertamina berinisial DAR, 26 tahun, warga Tambakasri, Surabaya. DAR dijadikan tersangka utama oleh petugas unit Reskrim Polsek Singosari. Ia diamankan Selasa (10/6) lalu setelah polisi mengamankan tiga pelaku lainnya. Yaitu AM, 43 tahun, warga Pang Kemiri, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo. Dua tersangka lainnya, SLT, 40 tahun serta SNL, 52 tahun, warga Desa Randuagung Singosari.
Sayangnya, meski keempatnya menjadi tersangka, tetapi mereka tidak dilakukan penahanan. Mereka diwajibkan lapor setiap Senin dan Kamis. Namun untuk berkas perkara tetap lanjut sampai proses persidangan. “Mereka tidak kami tahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun sehingga tidak bisa kami lakukan penahanan. AM kami jerat dengan pasal 53 huruf B Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang izin pengangkutan minya dan gas bumi. AM ini adalah sopir truk tangki,” ujar Kapolsek Singosari, Kompol Decky Hermansyah.
Sedangkan SLT dan SNL, dijerat dengan pasal 53 huruf D Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang niaga (penjualan) minyak dan gas bumi. Lalu untuk DAR, dijerat dengan pasal 53 huruf B dan D jo pasal 23 Undang-undang nomor 22 tahun 2001. “Ancaman untuk DAR, hukuman 4 tahun serta denda Rp 40 miliar,” tambah Decky, sembari mengatakan bahwa avtur adalah bukan subsidi serta tidak dijual umum.
Menurut mantan Kasatreskrim Polres Malang ini, terbongkarnya jaringan ‘BBM Kencing’ ini berawal dari petugas Sabhara Polsek Singoaari yang sedang patroli di Desa Randuagung, curigia dengan truk tangki yang berhenti di lahan kosong. Karena curiga ada aktivitas penyedotan BBM, lalu berkoordinasi dengan unit Reskrim Polsek Singosari. Selanjutnya untuk membuktikan, petugas lalu menggrebek. Awalnya mereka mengaku kalau yang disedot adalah bensin. Namun setelah dilakukan penyelidikan, ternyata adalah avtur.
Kemudian polisi lalu mengamankan tujuh orang untuk digelandang ke Polsek Singosari. Tiga diantaranya langsung ditetapkan tersangka yaitu SLT, SNL serta AM. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu truk tangki 24 KL nopol L 8083 SK berisi 20 ton avtur, satu truk diesel N 8950 UG memuat 21 drum berisi avtur dan mobil L300 N 9116 TD berisi 11 drum avtur (total 32 drum sebanyak 4 ton) serta dua mesin diesel untuk menyedot.
“Tujuh orang yang kami amankan saat itu, hanya tiga yang menjadi tersangka. Sedangkan empat lainnya hanya sebagai saksi. Setelah kami dalami dan kembangkan, ternyata avtur dari DAR. Akhirnya kami memburunya dan berhasil menangkapnya,” terang mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini. Dari pemeriksaan DAR, diakui bahwa avtur tersebut dicuri dari truk tangki avtur airline penerbangan dari Juanda Surabaya. Pencurian avtur setelah melalui pemeriksaan dan sebelum tangki masuk ke Juanda. DAR juga mengaku sudah dua kali pengiriman ini kepada SNL dan SLT.
Pertama sekitar sebulan lalu, sebanyak 24 ton dijual ke Purwosari Pandaan. “Avtur hanya untuk penerbangan saja, tidak untuk umum serta bukan subsidi. Pihak Pertaminan yang kami periksa, mengatakan hanya mendistribusi ketiga tempat. Yaitu Bandara Abdul Rachman Saleh, Airline Juanda serta Sekolah Penerbangan di Madiun. Harga satu liter avtur, oleh SNL dan SLT jual Rp 10.000. Mereka membeli dari DAR seharga Rp 9.000. Sedangkan DAR mengambil dari truk tangki seharga Rp 7.500,” jelasnya. (agp/mar)