Gudang Kendaraan Curian Digerebek

Kendaraan yang diduga hasil kejahatan diamankan dan barang bukti lain seperti surat-surat mobil ikut disita(insert) .

KEPANJEN– Anggota Satreskrim Polres Malang menggerebek dua gudang di Desa Donowarih, Karangploso dini hari kemarin. Pasalnya, dua gudang yang dimiliki SL, 60 tahun tersebut diketahui tempat penyimpanan 30 kendaraan bermotor yang diduga hasil pencurian dan penggelapan. Dijelaskan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, kendaraan yang disita ini adalah 12 motor dan 18 mobil.  Dari tempat itu juga disita puluhan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), puluhan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), puluhan kunci kontak kendaraan dan satu buah tablet.
“Status SL saat ini masih dimintai keterangan sebagai saksi. Penyidik masih memintai keterangan SL, perihal asal muasal puluhan kendaraan yang diduga hasil kejahatan tersebut,” ujar Wahyu kepada wartawan kemarin. Dia menjelaskan, keberhasilan menyita sejumlah kendaraan yang diduga hasil pencurian ataupun penggelapan ini, bermula atas informasi masyarakat. Masyarakat curiga banyak mobil mewah keluar masuk dari gudang yang terletak di Desa Donowarih, Karangploso tersebut
“Bermula informasi dari masyarakat tersebut, kami melakukan penyelidikan. Hingga pada akhirnya dini hari  tadi (kemarin), kami lakukan penggerebekan. Hasilnya, informasi dari masyarakat tersebut memang betul bahwa gudang itu menyimpan berbagai kendaraan diduga hasil kejahatan,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini. Saat ditemukan, plat nomor kendaraan tersebut dari berbagai daerah. Seperti dari Surabaya, Gresik, Banyuwangi, Madiun, dan Surakarta.
Pria berkacamata ini melanjutkan, plat nomor tersebut kemudia dicocokan dengan nomor rangka dan nomor mesin.  “Ada beberapa yang cocok antara STNK dengan nomor rangka dan nomor mesin. Kemudian kami tindak lanjuti dengan melaporkannya ke jajaran kepolisian lain asal mobil tersebut. Bila terdapat tindak kejahatan, maka bisa diproses lebih lanjut,” bebernya. Meski masih belum mengetahui secara jelas, Wahyu lebih menduga bila puluhan kendaraan tersebut merupakan hasil penggelapan.
“Modusnya, mobil hasil penggelapan tersebut kemudian digadaikan kepada pihak lain. Namun, kami masih mendalami dugaan-dugaan lainnya,” kata perwira ini. Dia mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan mobil dan sesuai dengan yang disita, untuk datang ke Mapolres Malang. “Kami tunggu masyarakat yang merasa kehilangan atau menjadi korban kejahatan hingga mobil dan motornya lenyap, bisa datang ke Polres Malang untuk mencek kendaraan yang sudah kami sita. Jangan lupa membawa dokumen resminya,” pungkasnya. (big/mar)