Pengeroyokan Siswa SMPN 1 Tajinan Direkonstruksi

Petugas meminta tersangka melakukan rekonstruksi di Mapores Malang kemarin.

KEPANJEN- Kasus pengeroyokan di SMPN 1 Tajinan yang menyebabkan nyawa Andy Nur Fahmi, 14 tahun melayang, kemarin pagi direkonstruksi oleh penyidik Satreskrim Polres Malang. Reka ulang yang melibatkan 14 tersangka tersebut, dilakukan di halaman Mapolres Malang dan menghasilkan 25 adegan. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat mengatakan, reka ulang tersebut bertujuan untuk melengkapi berkas yang akan dilimpahkan ke Kejaksaan.
“Sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan, seluruh berkas harus dilengkapi. Salah satunya berkas maupun laporan hasil rekronstruksi ini,” ujarnya. Dijelaskan dia, reka ulang kasus tersebut cukup dilakukan di Mapolres Malang. Mengingat bila reka ulang dilakukan di lokasi kejadian akan menimbulkan keresahan. Terlebih kasus pengeroyokan itu, juga mendapat perhatian dari masyarakat. “Mengingat berbagai pertimbangan yang ada tersebut, maka rekonstruksi dilakukan di Mapolres Malang,” kata dia.
Dia mengatakan, seluruh tersangka memerankan sendiri peran masing-masing terkait penganiayaan yang terjadi. 14 tersangka itu berinisial adalah SN FD, FKR, AZ, IT, GA, RZ, AR, BS, RD, KA, NV, JFR dan AG. Saat reka ulang berlangsung, seluruh tersangka memakai penutup kepala. “Korban rupanya kesakitan dan sempat tertunduk lesu di dalam kelas usai dikeroyok. Dalam posisi tertunduk diam itulah, dia kembali dipukul oleh BS dan mengenai punggung,” tegasnya. (big/mar)