Polisi Sulit Lacak Asal Bahan Peledak

MALANG – Penyelidikan bom rakitan yang meledak di kebun tebu dan menewaskan Jama’adi (23 tahun) dilanjutkan, kemarin. Namun Polisi belum berhasil menemukan titik terang asal muasal bahan peledak. Meskipun sudah diketahui secara pasti bahwa ledakan kategori low explosive itu dari black powder.
Dari mana asal bahan peledak tersebut, sampai kemarin masih misterius. Polsek Singosari dan Polres Malang, masih mendalaminya. Termasuk mencari dugaan adanya motif lain, di balik ledakan tersebut.
Kapolsek Singosari Kompol Decky Hermansyah, dikonfirmasi mengatakan bahwa permasalahan ledakan itu sudah diambil alih oleh Polres Malang. Namun pihaknya tetap membantu menyelidikinya. Dari hasil olah TKP tim Identifikasi Polres Malang dan Jihandak Brimob Polda Jatim, ledakan itu adalah low explosive.
“Kalau ledakannya high explosive, maka tiga orang yang ada di tempat itu akan mati, atau paling tidak mengalami luka. Pertanyaannya apakah yang meledak itu adalah sisa dulu zaman perang, karena lokasi ledakan itu sejarahnya adalah tempat perang, atau bahan yang meledak adalah bom rakitan baru, masih kami selidiki,” terang Decky Hermansyah.
Jika bahan yang meledak itu adalah sisa zaman perang dulu, kemungkinan sangat kecil. Karena pasti akan meledak, atau ditemukan saat penanaman tebu. Apalagi, lahan tebu itu keberadaannya sudah beberapa tahun. Dan kalau bahan peledak itu baru, lalu siapa pelakunya masih diselidiki.
“Kalau mengarahkan penyelidikan ke permasalahan pribadi korban, sangat sulit. Karena keluarga sedikit tertutup. Jangankan memintakan otopsi atau visum, hanya diambil sidik jarinya saja sudah protes dan tidak mau. Padahal itu demi proses penyelidikan,” papar mantan Kasatreskrim Polres Malang.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat dikonfirmasi mengatakan bahwa kasus ledakan tersebut masih didalami. Termasuk mencari tahu jenis bahan yang meledak itu.
“Kami tidak mau berandai-andai, karena khawatir salah. Untuk memastikan jenis bahan yang meledak itu, kami masih menunggu hasil uji Labfor Polda Jatim. Karena barang bukti serpihan ledakan yang kami temukan di lokasi kejadian, kami bawa ke Polda Jatim untuk di uji lab. Apakah benar bom rakitan sejenis bondet, ataukan bahan ledakan lain kami masih menunggunya,” terang Wahyu Hidayat.
Termasuk terkait adanya motif lain, mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini, mengatakan masih mendalaminya. “Tunggu dulu hasil Labfor. Baru nanti setelah ada petunjuk, kami bisa mengarahkan penyelidikan,” katanya.
Sekedar diketahui, ledakan menewaskan satu warga, terjadi di lahan tebu dekat lapangan tembak Gondo Mayit Pagas milik TNI Angkatan Udara, Kamis lalu. Tepatnya di belakang Komplek Perumahan Angkatan Udara Kartanegara di Desa Tamanharjo Kecamatan Singosari.
Peristiwa yang terjadi pukul 11.00 tersebut, mengakibatkan seorang tewas. Korban Jama’adi (23 tahun) warga Kampung Tengah Desa Gunung Kunci Kecamatan Jabung. Ia adalah seorang buruh tebang tebu, yang kebetulan bekerja menebang tebu di lokasi kejadian.
Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan Tim Jihandak Brimob Polda Jatim, ledakan yang menewaskan Jama’adi itu, jenis ledakan low explosive atau ledakan dengan kategori rendah. Sumber ledakan itu sendiri, memang berasal dari bahan peledak, namun bukan bahan peledak yang biasa digunakan oleh TNI ataupun Polri. Ledakan tersebut berasal dari bom rakitan atau black powder yang bentuknya seperti bondet.(agp/ary)