Ngece Polisi,Bawa Kabur Rp 19,5 Juta

MALANG –  Kawanan perampok toko modern benar-benar ngece polisi. Setelah Kamis (12/6) dini hari Indomaret, Randuagung, Singosari dirampok, giliran Alfamart, Mondoroko, Singosari yang menjadi sasarannya dini hari kemarin. Dari tempat tersebut, tiga pelaku yang mengenakan helm tertutup membawa kabur uang Rp 19,5 juta. Rinciannya, uang Rp 17 juta diambil dari brankas, sedangkan Rp 2,5 juta didapat dari laci kasir yang saat itu dijaga karyawan toko, Angga Prastiawan dan M. Novan.
Dijelaskan Eli, salah seorang karyawan toko, dia mengaku perampokan itu setelah mendapat telepon dari kedua temannya. Menurut penuturan teman-temannya, saat itu toko sedang sepi hingga tiga perampok datang dengan mengendarai satu motor. “Dua orang masuk dengan tetap mengenakan helm tertutup. Mereka langsung menodongkan badik di meja kasir yang dijaga Angga,” tuturnya. Novan yang sedang mencek barang, tak pelak juga kaget.
Para pelaku ini langsung mengumpulkan Angga dan Novan untuk menunjukkan brankas di dalam gudang. “Pelakunya beraksi cukup cepat. Setelah mendapat uang dalam brankas, mereka juga mengambil uang di laci kasir. Sempat akan membawa beberapa slop rokok, tapi tidak jadi karena ada orang datang. Mereka kabur dengan temannya yang sudah siap di atas motor,” urai dia. Eli mengaku, kedua temannya langsung melaporkan peristiwa ini ke Mapolsek Singosari.
Sementara itu, Kapolsek Singosari, Kompol Decky Hermansyah mengaku belum bisa memastikan apakah tiga pelaku yang beraksi di Alfamart tersebut sama dengan para perampok yang mendatangi Indomaret, dua hari sebelumnya. Dia beralasan masih mendalami rekaman CCTV yang diamankan dari toko modern ini. “Segala kemungkinan ada. Memang, badik yang digunakan untuk mengancam juga mirip dengan yang digunakan saat merampok Indomaret,” terang mantan Kasatreskrim Polres Malang itu. Di sisi lain, dia tetap meminta pengelola toko modern tidak dibuka hingga 24 jam.
“Menjelang Ramadan, tindak kejahatan mulai tinggi. Lokasi toko modern di tempat rawan harus tetap mempertimbangkan keamanannya. Kita sudah berulang kali mengimbau agar faktor keamanan jauh lebih diutamakan. Lebih-lebih, toko yang memaksakan buka 24 jam dengan jumlah penjaga yang sangat terbatas akan memancing pelaku kejahatan datang. Saya minta, agar kesadaran ini bisa dipatuhi,” pungkasnya panjang lebar.  
Tembak di Tempat
MARAKNYA kasus perampokan di Indomaret dan Alfamart, menjadi atensi khusus Satreskrim Polres Malang untuk segera diungkap. Kemarin, seluruh anggota Buru Sergap (Buser) dikumpulkan untuk memburu kawanan perampok ini. Bahkan, polisi juga tidak segan-segan untuk menindak tegas pelaku. Hadiah timah panas di kedua kaki, atau bahkan tembak mati akan diambil jika pelaku melawan. Hal ini ditegaskan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
“Bagi saya tidak ada ampun bagi pelaku perampokan. Harus diberi pelajaran. Tembak jika melawan atau berusaha kabur saat ditangkap,” kata mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini. Dua kasus perampokan di Indomaret dan Alfamart yang terjadi di Kecamatan Singosari, selama dua belakangan ini, cukup menjadi petunjuk untuk memburu pelaku yang melengkapi diri dengan badik dan pistol dalam setiap aksinya.  Rekaman CCTV aksi pelaku, menjadi bahan penyelidikan petugas untuk mencari keberadaan pelaku. Selain itu, Polres Malang juga akan bekerjasama dengan Polres Malang Kota serta Polres Batu untuk memburu komplotan ini.
Pasalnya, selain beraksi di Kabupaten Malang, pelaku yang mempunyai ciri-ciri sama juga pernah beraksi di Kota Malang dan Kota Batu. Sebelum dua kali merampok di Singosari, pernah merampok Indomaret di Jalan Raya Beji Kota Batu. “Ciri-ciri pelaku sedang kami pelajari. Mudah-mudahan dengan petunjuk rekaman CCTV kami bisa menangkap pelakunya. Paling tidak bisa mengantongi identitas pelakunya,” tutup dia. (sit/agp/mar)