Curiga Mati Tak Wajar

Kecelakaan Warga Pondok Wisata, Desa Pakisjajar, Pakis
PAKIS- Tragis dialami Khusnul Hadi, 46 tahun, warga Perum Pondok Wisata, Desa Pakisjajar, Pakis. Dia mengembuskan nafas terakhirnya, Senin (16/6) setelah sempat menjalani perawatan akibat kecelakaan di jalan raya Desa Bugis, Pakis, Minggu (15/6) sore. Keluarga korban yang mencurigai kematian pria itu tidak wajar, meminta kepada polisi untuk dilakukan otopsi. Dengan alasan banyak kejanggalan-kejanggalan yang dialami Khusnul sebelum meninggal.
“Otopsi dilakukan karena kematiannya janggal. Mulai kejadian kecelakaannya, sampai luka Khusnul. Padahal, kalau pun itu kecelakaan tunggal, tidak mungkin sampai parah. Apalagi, dalam kejadian itu korban membonceng Paul, tukangnya,” ujar Kuswinariatini, kakak korban kepada wartawan. Dia menjelaskan, kecelakaan yang menimpa adiknya ini, saat Khusnul jatuh dari motor saat menghindari seorang perempuan menyebrang.
Kejanggalan lain menurut dia, sebelum kecelakaan terjadi, adiknya didatangi seorang debt collector yang menagih utang. Padahal adiknya sudah membayarnya dan menjual motornya untuk membayar bunga uang pinjaman. “Dia pertama pinjam Rp 50 juta dengan jaminan sertifikat rumah. Utang ini menjadi Rp 80 juta. Lalu kedua dia utang lagi Rp 20 juta, harus mengembalikan Rp 30 juta. Adik saya lalu segera menyelesaikannya dengan memberikan motornya,” urai Kuswinariatini tanpa menyebutkan korban berutang kepada siapa.
Tapi, ancaman hingga akan melakukan pembunuhan agar membayar utang itu, lanjut dia, terus muncul. “Berbagai alasan itulah, membuat kami curiga,” pungkasnya. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat saat dikonfirmasi mengatakan, permintaan otopsi dari keluarga korban tentang kecurigaan meninggalnya Khusnul sudah dilakukan. “Penyidik masih terus mengembangkan kasusnya. Khusus saksi Paul sudah diperiksa dan mengaku bahwa itu murni kecelakaan,” tegasnya. (agp/sit/mar)