Polisi Pastikan Kematian Khusnul Hadi Murni Kecelakaan

Petugas saat menunjukan barang bukti sepeda motor milik korban yang diamankan di Polsek Pakis kemairn

PAKIS- Reskrim Polsek Pakis memastikan penyebab kematian Khusnul Hadi, 46 tahun, warga Perum Pondokwisata Desa Pakisjajar Pakis, murni kecelakaan tunggal. Pernyataan tersebut dikeluarkan kepolisian, terkait keluarga korban yang curiga dengan penyebab kematian secara tidak wajar, hingga meminta untuk dilakukan otopsi.
Seperti diberitakan Malang Post edisi Rabu (18/6), keluarga korban curiga dengan kematian Khusnul Hadi yang tidak wajar pada Senin (16/6) lalu. Sebelumnya, korban mengalami kecelakaan tunggal Minggu (15/6). Saat itu, korban berboncengan dengan rekannya bernama Sifaul Huda, warga Desa Asrikaton Pakis dan mengalami luka lecet.
Kanit Reskrim Polsek Pakis Ipda Roni Margas mengatakan, terkait kematian Khusnul Hadi yang tidak wajar, keluarga korban sudah membuat laporan ke Polsek Pakis. “Bila ada masyarakat yang laporan, tentunya wajib bagi kami untuk nemerimanya,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Sedangkan khusus terkait dengan kasus ini, pihaknya telah menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban murni kecelakaan. Hal itu dikuatkan dengan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) seblumnya yang melibatkan tim ident Polres Malang. Penyebab kematian korban yang murni kecelakaan, sudah disampaikan kepada keluarga korban.
“Kalau keluarga korban meminta otopsi, ya silahkan saja. Karena itu memang hak mereka,” kata perwira pertama (Pama) dengan satu balok di pundaknya tersebut. Permintaan otopsi dilakukan oleh keluarga korban, karena menilai ada kejanggalan terhadap kematian Khusnul Hadi.
Apalagi sebelum mengalami kecelakaan, korban sempat didatangi debt collector untuk menagih hutang. Padahal  korban diketahui sudah melunasi hutang tersebut. Terkait hal itu, Roni Margas mengatakan akan menyelidikinya lebih lanjut. “Dalam waktu dekat, kami akan memanggil keluarga korban untuk memberikan keterangan,” imbuhnya.
Namun, dia kembali menegaskan penyebab kematian korban merupakan kecelakaan dan terjatuh dari sepeda motor. Dijelaskannya, saat terjatuh dari sepeda motornya, helm korban terlepas, lalu kepala korban terbentu aspal dengan keras.
“Posisi korban terjatuh yakni ke arah kanan. Sedangkan bekas terjatuh di sepeda motor, spion dan helem korban semuanya baru. Jadi, kecelakaan ini tidak direkasaya,” pungkasnya. (big/han)