Polisi Tembak Mati Rampok Emas Bulan Purnama

MALANG - Polisi akhirnya berhasil menguak pelaku perampokan toko emas Bulan Purnama Jalan Sukarjo Wiryopranoto Malang. Tiga dari enam pelakunya berhasil ditangkap. Bahkan, seorang diantaranya ditembak mati. Yakni Moris, warga Dusun I, Kelurahan Sugi Waras, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, bulan lalu. Informasi yang didapat Malang Post, dia ditembak mati saat hendak ditangkap anggota tim gabungan dari Polres Malang Kota, Polda Jatim, Polda Metro Jaya, Polda Riau, Polda Sumatera Utara dan Polda Sumatera Selatan.
Bandit lintas provinsi ini bersama kelompoknya, diketahui baru saja merampok toko emas  Mulia di Jalan Sudirman Pekanbaru, pertengahan bulan April lalu. Selain Moris, polisi juga menangkap Roni Fadila dan Leri Nardo Wijaya asal Sumatera Selatan. Tim ini juga menangkap Edo asal Padang, Sumatera Barat saat berada di Tangerang, seminggu lalu. Dari penangkapan para tersangka ini, disita beberapa pucuk senjata api, perhiasan emas dan mobil yang digunakan untuk melakukan perampokan di beberapa provinsi.
Seperti diberitakan, hanya dalam waktu 10 menit, perhiasan emas seberat enam kilogram dibawa kabur setelah dua pelaku meletuskan beberapa kali tembakan ke arah etalase dan atap toko emas Bulan Purnama Jalan Sukarjo Wiryopranoto Malang. Begitu turun dari motor, kelima pelaku langsung masuk ke dalam toko emas tersebut. Sedangkan seorang pelaku menunggu teman-temannya di halaman parkir. Selang beberapa detik kemudian, beberapa kali tembakan terdengar dari dalam toko. 13 karyawan toko emas itu hanya bisa diam saat pelaku mengambil perhiasan emas.
Sehari pasca perampokan itu, tiga motor Honda Revo, N 3887 CU, N 2507 CE dan N 4828 AX yang digunakan para pelaku ditinggal di sebuah gubuk pemancingan, 100 meter dari jembatan Jalan Ranu Grati, Sawojajar, Malang. Motor itu diketahui oleh Suyono, salah seorang warga sekitar yang melihat motor-motor di dalam gubuk yang biasa digunakan para pemancing beristirahat, tidak berpindah tempat sama sekali. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono SIK, M.Hum membenarkan penangkapan terhadap komplotan perampok toko emas tersebut.
Dia menjelaskan, tim subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim ikut memburu para pelaku itu setelah mendapat nama pembeli motor-motor tersebut. “Identitas mereka diketahui dari KTP pembeli motor-motor yang digunakan sebagai sarana untuk merampok. Jadi, KTP itu identik dengan salah satu pelaku perampokan tersebut. Selain itu, pelacakan keberadaan komplotan ini juga dilacak dari nomor HP mereka,” tuturnya kepada Malang Post. Awi, sapaannya juga mengatakan, para pelaku juga merupakan residivis dalam kasus yang sama.
“Ya, sudah berulangkali masuk penjara. Mereka memang spesialis perampok toko emas. Nah, sekarang masih ada sisa anggotanya yang masih dikejar tim subdit Jatanras hingga keluar Jawa. Informasinya, tinggal enam lagi yang masih diburu,” terangnya. Ditegaskan perwira dengan tiga melati di pundaknya ini, khusus wilayah Jawa, komplotan Moris merupakan pelaku perampokan toko emas yang pernah juga beroperasi di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. (mar)