Bekuk Pemeras Modus Penganiayaan

Endik Tato dan barang bukti dua motor

MALANG-  Anggota gabungan Satreskrim Polres Malang Kota dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, menangkap Endik Tato, 31 tahun, warga Jalan Pegadean I Turen kemarin. Tim tersebut menangkap tukang tato itu di rumah kosnya, kawasan Madyopuro Gang VIII Malang. Menurut polisi, Endik diketahui sering melakukan pemerasan motor bermodus korban telah melakukan penganiayaan terhadap anggota keluarganya. Sayangnya, dalam pemeriksaan, Endik mengaku tidak melakukan perbuatan tersebut di kota Malang.
Dijelaskan Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH, tersangka Endik memang menjadi target operasi karena sering melakukan pemerasan. “Dia lantas diburu oleh anggota gabungan dan berhasil tertangkap. Saat digeledah di rumahnya, ditemukan dua motor Kawasaki Ninja dan beberapa plat nomor palsu,” paparnya. Mantan Kasatreskrim Polres Batu itu mengungkapkan, plat nomor palsu itu digunakan untuk mengganti plat nomor asli motor yang dibawanya.
“Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku dua motor Kawasaki Ninja itu dibawa kabur dari wilayah Mojokerto dan Jombang. Korban-korbannya sudah melapor ke Polres Mojokerto dan Polres Jombang, bulan Mei 2014 lalu,” terang dia. Untuk melakukan aksinya, pemuda yang juga tinggal di Desa Sumberayu, Dampit tidak sendirian. Namun dia dibantu oleh pemuda berinisial Zn yang sekarang sedang diburu. Endik dan Zn selalu berpartner untuk mencari calon korbannya di jalan raya.
“Begitu di tempat sepi dan gelap, keduanya langsung memepet dan menuding korban sudah melakukan penganiayaan. Dia meminta motor yang dipakai korban untuk ditunjukkan kepada keluarganya. Tersangka mengaku takut kalau korban yang membawa motornya sendiri, akan menjadi korban penganiayaan,” urai Dwiko. Begitu motor berhasil dibawa lari, Zn pun mengikuti kabur dari TKP. Endik juga mengaku sudah menjual dua motor lain dengan modus sama. Yakni Suzuki Satria FU dijual dengan harga Rp 4 juta dan Honda Beat Rp 3 juta. (mar)