Danamon Beri Jawaban Tak Substansial

Thomas Kusumajaya menunjukkan bukti pelunasan kredit dari Bank Danamon.

MALANG- Sidang perkara perdata yang membelit PT. Bank Danamon akhirnya digelar kemarin siang di Pengadilan Negeri (PN) Malang. Dalam sidang yang hanya digelar selama dua menit tersebut, kuasa hukum Bank Danamon, Agus Muwarto SH dan Hari Mudjining Dradjat SH malah memberikan jawaban yang berbeda atas gugatan Thomas Kusumajaya, 55 tahun, warga Jalan Peltu Sujono Malang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Danamon membuat laporan ke Bank Indonesia (BI) terkait Thomas yang dikatakan sebagai debitur yang mengalami kolektabilitas 2 (call 2) di Bank Danamon Capem Pasar Dinoyo.  
Akibatnya, nama distributor bawang ini tercatat dalam blacklist di Sistem Informasi Debitur (SID) BI. Dia mengaku tahu namanya masuk dalam blacklist setelah mengajukan kredit untuk tambahan modal sebesar Rp 2 miliar ke PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk Cabang Mitra Usaha Rakyat Sukun, Malang ditolak. Kepada majelis hakim yang dipimpin hakim Harini SH, MH, Bank Danamon malah memunculkan persoalan lain.
Yakni, Thomas pernah menunggak pembayaran Kredit Tanpa Agunan (KTA) Instakas produk Bank Danamon sebesar Rp 70 juta pada Maret 2013 lalu. Dikonfirmasi perihal pembayaran tunggakan KTA Instakas yang macet, pengusaha bawang merah itu membenarkannya. “Tapi itu sudah saya lunasi tahun 2013 juga. Ini kan tidak subtansional dengan perkara yang saya gugat sekarang,” kata Thomas.
Dia menegaskan, pokok permasalahan yang dihadapi adalah masalah kreditnya di bank tersebut dengan jaminan bangunan ruko miliknya di daerah Gadang. “Intinya, fasilitas kredit Instakas yang dikatakan saya pernah menunggak adalah tidak benar karena sudah diselesaikan dan bahkan di-top up atau ditambahi limitnya,” pungkas dia.
Ditemui terpisah, MS Alhaidary SH, kuasa hukum Thomas juga membenarkan keluhan kliennya itu. “Yang dipersoalkan klien saya adalah kredit yang dilaporkan oleh Bank Danamon Cabang Malang Kawi ke BI ada tunggakan. Padahal sama sekali tidak ada,” kata dia.
Akibatnya, lanjut Ketua DPC Ikadin Malang Raya ini, Thomas tidak dapat mengajukan kredit karena dinyatakan dalam status blacklist BI. “Meski demikian, majelis hakim tadi (kemarin) tetap menyarankan dan memberi kesempatan kepada para pihak untuk berdamai. Terhadap pokok perkara, pihak Danamon sudah menjawab dan mengakui bahwa klien saya tidak punya tunggakan kredit,”  pungkas dia panjang lebar. (mar)