Polisi Tangkkap Buron Pengeroyokan

MALANG– Paiman Adisanto, 43 tahun, sejak kemarin harus meringkuk di balik rutan Mapolsek Dampit. Warga Dusun Kidul Kali, Desa Majang Tengah, Dampit ini ditahan atas tuduhan pengeroyokan. Korbannya Siyono, 39 tahun, warga Dusun Lambang Kuning, Desa Majang Tengah, Dampit. Sementara untuk dua pelaku lain yang ikut memukul, hingga kemarin masih buron.
“Tersangka Paiman ini kami tangkap di rumahnya setelah mendapat informasi kepulangannya. Sedangkan untuk dua pelaku lain, masih kami buru. Yang jelas identitas mereka sudah kami kantongi,” tutur Kanitreskrim Polsek Dampit, Ipda Soleh Mas’udi. Informasi yang diperoleh, aksi pengeroyokan tersebut terjadi Rabu 28 Mei lalu sekitar pukul 17.30, di Jalan Dusun Kidul Kali, Desa Majang Tengah, Dampit. Saat itu, korban berniat pulang setelah selesai kerja.
Ia pulang dengan melintasi Jalan Dusun Kidul Kali. Ketika melintas lokasi, tiba-tiba korban dihadang oleh Paiman. Tersangka yang dalam kondisi mabuk ini, meminta uang sebesar Rp 10.000 pada korban, untuk tambahan membeli minuman keras (miras).  Karena tidak memiliki uang, korban menolak memberi dengan mengucap kata-kata halus.
Tetapi tersangka tidak mempedulikan. Dia malah marah yang kemudian memukul korban dua kali mengenai dagu serta mata kiri. Melihat Paiman berkelahi, dua temannya yang melihat ikut memukuli. Bahkan, salah satu gigi korban sampai terlepas. Tersangka serta dua temannya baru mengakhiri pengeroyokan, setelah korban babak belur dan minta ampun. Selanjutnya korban yang tidak terima dengan kejadian pengeroyokan, memilih melaporkan ke petugas Polsek Dampit.
Berdasarkan laporan itulah petugas lalu memburu dan menangkap tersangka di rumahnya. “Pengakuan tersangka saat diperiksa, mengatakan kalau dirinya khilaf. Dia memukuli korban karena terpengaruh minuman keras,” ujar mantan Kasubag Humas Polres Malang ini. (agp/mar)