Rampok Belia, Rampas Motor Berulang Kali

Usia penjahat jalanan kini semakin muda. Meski masih belia, tindakan mereka bikin geleng-geleng kepala. Mereka merampas motor dan menjambret. Yang lebih memprihatinkan, mereka juga tidak segan melukai korbannya. Kini para remaja yang tergabung dalam kelompok Rosul itu meringkuk di sel tahanan.        
Senin lalu (16/6) mereka dibekuk aparat Polsek Mulyorejo. Ada enam remaja yang diamankan. Dua lainnya masih buron. Yakni, MS dan S. Enam bandit remaja yang ditangkap itu, antara lain, Rosul, 20; Rudi Maulana, 19; Farid Dwi, 18; dan WT, 17, yang sama-sama berasal dari Dukuh Setro, Surabaya. Dua nama lain adalah AS dan RS yang masih berusia 17 tahun. Mereka tinggal di Bronggalan Sawah, Surabaya.
’’Kelompok ini, meski masih remaja, sudah berulang-ulang melakukan perampasan motor dan penjambretan. Setiap kali beraksi, mereka membawa senjata tajam,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono.
Berdasar hasil pemeriksaan polisi, Rosul dan komplotannya itu sudah enam kali merampas motor. Mereka beraksi di Medokan, Jalan Soekarno, Kampus C Universitas Airlangga, Dharmahusada Indah, dan Kejawan Putih. Mereka juga mengaku dua kali menjambret handphone.
Aksi terakhir Rosul dan kawan-kawan dilakukan di Kejawan Putih pada Minggu (15/6) sekitar pukul 20.30. Saat itu bandit jalanan tersebut merampas motor Honda Beat nopol L 5165 SB milik Ramadhani Sadewa.
Saat itu Rosul bersama Rudi, Farid, dan WT memepet motor Ramadhani. Tidak sekadar memepet, mereka juga mendorong pemuda 17 tahun asal Kejawan Putih tersebut hingga terjatuh.
’’Setelah terjatuh, korban dipukuli dan ditendang. Selain itu, korban diancam dengan senjata tajam agar tidak berteriak,’’ jelas Sumaryono.
Begitu korban tidak berdaya, Rudi membawa kabur motor Ramadhani. Esoknya, kejadian itu dilaporkan ke Polsek Mulyorejo. Kepada polisi, korban juga menyebutkan nopol salah satu kendaraan pelaku. Motor tersebut adalah Honda Vario nopol L 5559 ER.
Keterangan itu menjadi petunjuk polisi untuk mengungkap identitas para pelaku. Senin itu juga, sekitar pukul 14.00, polisi menangkap Rudi yang membawa Honda Vario. Motor tersebut dikenali korban.
Setelah menangkap Rudi, polisi menciduk Rosul yang merupakan pimpinan bandit remaja tersebut. ”Kami kemudian menangkap empat tersangka lain,” ujar Kapolsek Mulyorejo Kompol Kuncoro.
Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan tiga motor, dua celurit, sebilah pisau, dan uang Rp 700 ribu. ’’Mereka memakai uang hasil kejahatan untuk berpesta miras,” ungkap Kanitreskrim Polsek Mulyorejo AKP Budi Waluyo. (jpnn/han)