Pencuri Burung Babak Belur

MALANG- Amuk massa pagi kemarin terjadi di Desa Purworejo, Donomulyo. Dua orang pencuri babak belur setelah dihakimi massa. Mereka tertangkap tangan mencuri burung Murai Batu milik Kusbandi, 49 tahun, warga sekitar. Beruntung petugas Polsek Donomulyo yang mendapat laporan segera mengamankan keduanya. Jika terlambat beberapa menit, mungkin nasib kedua pencuri itu sudah lain lagi. Selanjutnya bersama dengan barang bukti, mereka diamankan ke Mapolsek Donomulyo.
Kedua pencuri bernasib apes tersebut, Anto, 39 tahun warga Desa Banturejo, Bantur serta Supriyadi, 45 tahun, warga Desa Sumbermanjing Kulon, Pagak. “Mereka mengaku baru sekali ini mencuri. Tetapi kami tetap mengembangkan kasusnya. Karena di wilayah Donomulyo selama ini sering terjadi pencurian burung dan sapi,” ungkap Kapolsek Donomulyo, AKP Anang Tri Hananta.
Aksi pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 09.00. Saat kejadian itu korban sedang bekerja. Di dalam rumah hanya ada pembantunya saja. Sementara burung Murai Batu milik korban dijemur di teras depan rumah. Kedua tersangka yang memang sudah berniat mencurin, berangkat dari rumah dengan berboncengan sepeda motor. Mereka berjalan keliling mencari sasaran yang akan dicuri.
Ketika melintas di depan rumah korban, keduanya melihat ada burung di teras. Karena melihat situasi sepi, tersangka Anto yang dibonceng turun. Sedangkan Supriyadi rekannya menunggu di atas motor. Dengan buru-buru Anto langsung mengambil burung yang kemudian kabur. Nahas bagi mereka, belum sempat kabur jauh aksinya dipergoki oleh pembantu korban yang curiga dengan suara gaduh di depan rumah.
Melihat burung milik majikannya dicuri, saksi lalu berteriak maling hingga mengundang warga sekitar. Selanjutnya warga yang mendengar beramai-ramai mengejar kedua tersangka. Begitu tertangkap, tanpa ada komando warga langsung menghakimi keduanya hingga babak belur. "Pengakuannya burung tersebut mau dijual dan uang hasil penjualan untuk hura-hura," tutur mantan Kapolsekta Kedungkandang itu. (agp/mar)