Bocah TK Jadi Korban Asusila

Kamar kecil musalla yang diduga dijadikan tersangka melakukan perbuatan asusila.

Salat Magrib Diseret ke Kamar Kecil Musalla
JUNREJO-Kasus-kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak yang terjadi di Jakarta maupun daerah lainnya, merembet ke wilayah Kota Batu. Yakni terjadi di Dusun Sekar Sekar Putih, Desa Pendem Kecamatan Junrejo. Pihak Polres Batu pun sempat mengamankan tersangka berinisial IP (13), walaupun dalam proses humum ini tidak sampai dilakukan penahanan lantaran tersangka masih anak-anak dan harus melanjutkan sekolah.
Dari keterangan yang dihimpun Malang Post, perbuatan IP itu dilakukan kepada bocah laki-laki yang baru berusia 6 tahun dan masih duduk di bangku TK, dengan cara sodomi. Tindakan itu dilakukan sudah berulangkali di kamar kecil sebuah musalla dusun setempat.
Modusnya, ketika korban baru satu rokaat menjalankan Salat Magrib berjamaah di musalla, dia langsung ditarik oleh tersangka untuk digiring ke kamar kecil dan di tempat itulah aib tersebut dilakukan.
Keluarga korban baru mengetahui musiba yang menimpa anaknya, saat korban buang air besar (BAB) yang selalu merasa kesakitan pada bagian anusnya. Karena curiga, korban pun diintrograsi dan mengaku kerap dipermainkan oleh IP tetangganya.’’ Persoalan itu sudah kami adukan ke Polres Batu,’’jelas Suaeb, kakak kandung korban, Senin kemarin.
Sebelumnya, memang IP sempat dikonfirmasi oleh keluarga korban walaupun tak mau mengakui perbuatan tersebut termasuk keluarganya juga dianggap tak punya itikad baik, sehingga persoalan tersebut berujung ke polisi.
Ketika kasus itu sudah ditangani polisi, dikatakan, pihak IP juga meminta pengaduan tersebut dicabut. ’’ Keluarga besar kami sudah memaafkan perbuatan IP apalagi kami masih ada hubungan famili,’tambah Suaeb ditemui di rumahnya.

IMBAS INTERNET
Dari hasil pemeriksaan di kepolisian, korban sebetulnya menolak dan sempat melawan. Namun karena kalah besar, akhirnya dia hanya pasrah apalagi diancam akan dikeroyok bila sampai orang lain mengetahui perbuatan tersebut.
Suaeb menambahkan, sebenarnya kejadian seperti itu di daerahnya bukan hanya sekali. Beberapa waktu lalu juga ada pelaku dan korban lain.”Kalau kejadian sekarang hanya diselesaikan di tingkat keluarga, pasti perbuatan tersebut bisa terulang lagi. Karena itu kami mengadu ke polisi agar ada rasa kapok,’’paparnya.
Suwarni, ibu korban juga resah atas kejadian itu termasuk rasa trauma anaknya yang sempat tak berani bermain di luar rumah.”Sekarang sudah mulai bermain lagi, setelah diberi pengarahan dari kepolisian,”jelasnya.
Kepala Dusun Sekar Putih, Febrianto membenarkan kasus tersebut dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan walaupun proses hukum di kepolisian jalan terus. Febrianto meminta masalah ini tidak sampai diekspose lantaran takut mengganggu psikis korban dan tersangka, yang sama-sama masih anak-anak.
Sumber Malang Post menyebut, diduga korban IP tidak hanya satu melainkan tujuh orang anak. IP terpancing melakukan perbuatan tersebut, lantaran terinspirasi film porno yang diunduh dari internet.” Tersangka merasa ketagihan setelah melihat di internet. Kami yakin korbannya tidak hanya satu anak,’’terang sumber Malang Post, yang juga seorang PNS ini.
Kasatreskrim Polres Batu, AKP Adi Sunarto mengatakan tersangka IP memang berstatus tahanan luar karena selain  di bawah umur juga ada jaminan dari keluarga sekaligus harus meneruskan sekolah.‘’ Pengakuan tersangka, hanya melakukan sodomi sekali dengan korban satu anak saja. Kalau di luaran ada kabar ada korban lainnya, nyatanya tak ada pihak orangtua yang mengadu kepada kami,’’jelas Adi Sunarto.(mik/lyo)