Pelajar SMP Mencuri di Perumahan TNI AU

MALANG – Kecenderungan bermain game di warung internet (Warnet), ternyata berdampak negative bagi anak. Buktinya seperti yang dialami dua pelajar salah satu SMP swasta di Malang. Gara-gara ketagihan pergi ke Warnet, kedua pelajar kelas VIII tersebut harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang, sejak akhir pekan lalu. Mereka ditahan karena melakukan pencurian.
Keduanya masing-masing berinisial ANF, 14 tahun, warga Jalan Mawar Lowokwaru Kota Malang serta  ZGA, 15 tahun, warga Jalan Serka Larahima Blok H, Komplek Perumahan Abdul Rahman Saleh, Desa Saptorenggo, Pakis. Sementara seorang pelaku lagi, yang juga pelajar SMP sampai kemarin masih buron.
“Untuk satu pelaku lagi yang belum tertangkap, akan terus kami buru. Identitasnya sudah kami kantongi, dan sekarang masih mencari keberadaannya,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Bayu Hidayat.
Aksi pencurian yang ‘diotaki’ ZGA ini ternyata tidak hanya sekali. Mereka mengaku sudah sekitar 14 kali. Tujuh kali dilakukan ZGA sendirian, 6 kali bersama ANF serta sekali dilakukan ZGA bersama seorang temannya yang buron. Semua pencurian itu dilakukan sejak ZGA masih kelas VI SD.
Dari 14 kali beraksi tersebut, semua korbannya adalah warga Komplek Perumahan Abdul Rahman Saleh. Sasaran pencurian, selain uang juga barang-barang berharga seperti perhiasan dan uang. “Untuk korban baru dua saja yang sudah melapor. Tetapi dalam minggu ini, korban lainnya juga akan ikut laporan,” tutur Wahyu.
Mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini menambahkan, bahwa sebelum ditahan di Mapolres Malang, keduanya sempat digelandang ke Pos POM Angkatan Udara (AU) oleh warga. Saat itu pada 19 Mei 2014, ZGA bersama ANF tertangkap tangan mencuri di rumah Rizal Abdurahman, 29 tahun warga Perum Komplek Abdul Rahman Pakis.
Namun ZGA dan ANF saat itu hanya diperingatkan saja. Perbuatan yang mereka lakukan masih mendapat ampun, mengingat ZGA masih anak salah satu anggota. Tetapi syaratnya mereka diminta membuat surat pernyataan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Namun ternyata janji hanya tinggal janji. Faktanya, mereka tetap mengulangi perbuatan pencurian di rumah Fajar Cinantya, pada 27 Mei 2014. Di rumah Fajar di Blok I / 33 Perumahan Komplek Abdul Rahman ini, mereka mengambil uang Rp 2,5 juta, HP Blackberry serta perhiasan emas.
“Karena melanggar perjanjian itulah, akhirnya kasus pencurian tersebut dilaporkan ke Polres Malang. Dan akhir pekan lalu, keduanya ini kami amankan di rumahnya masing-masing,” jelas Wahyu.
Sementara  itu, dalam pemeriksaan ZGA mengaku kalau dirinya hampir setiap hari pergi ke Warnet. Dia nekat melakukan pencurian, karena tidak punya uang untuk main ke Warnet.
“Uang jajan yang diberi kurang, karena hanya Rp 5000, makanya nekat mencuri,” ujar ZGA yang dibenarkan ANF, sembari mengatakan bahwa modus pencurian yang dilakukan selalu siang hari pukul 13.00, ketika rumah korban sedang kosong. Caranya dengan mencongkel jendela depan.(agp/aim)