Warga Bululawang Jadi Bandar Judi Piala Dunia

MALANG – Ajang piala dunia yang harusnya menjadi ajang berprestasi olahraga sepakbola dunia, menjadi ajang judi. Di Bululawang, dua warga Desa Sudimoro menjadi bandar judi piala dunia. Awal pekan lalu, keduanya dibekuk petugas Reskrim Polsek Bululawang.
Tersangkanya Rizal alias Duro, 30 tahun serta Joko Santoso alias Cipeng, 34 tahun. Keduanya ditangkap di sebuah warung makan saat merekap tombokan piala dunia. Dari tangan keduanya, masing-masing diamankan barang bukti berupa HP Cross serta uang Rp 545 ribu dari tangan Duro. Sedangkan dari tangan Cipeng, mengamankan tiga lembar kertas rekapan, bulpoin, dua buah HP serta uang sebesar Rp 100 ribu.
Kapolsek Bululawang, Kompol A Napitupulu mengatakan, penangkapan kedua bandar judi bola ini berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan kalau di dalam sebuah warung makan di Desa Sudimoro, dijadikan sebagai tempat merekap judi bola piala dunia.
“Dari informasi itu, kami lalu menyelidikinya. Begitu dua orang tersangka ini sedang merekap, kami langsung menangkap dan membawa ke Polsek Bululawang. Setelah kami periksa, keduanya lantas kami titipkan di LP Lowokwaru,” ujar A Napitupulu.
Mantan Kasatreskoba Polres Malang ini menambahkan, dalam pemeriksaan kedua bandar judi tersebut mengaku membuka judi bola sejak awal pembukaan piala dunia. Mereka mengaku menjadi bandar judi piala dunia sangat menguntungkan. Karena setiap kali pertandingan selalu mendapatkan keuntungan.
“Mereka mengaku hanya menarungkan uang penombok satu dengan yang lainnya. Sehingga ketika salah satu penombok menang, tetap mendapat keuntungan dari uang ‘banyu’. Kedua bandar judi ini, kami jerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian,” tuturnya.(agp/aim)