Edan, Kasek dan Kabid Berjudi di Kantor Dinas

BATU - Nila setitik rusak susu sebelanga. Itulah peribahasa yang sedang menampar Pemkot Batu. Bagaimana tidak, di saat berjuang meningkatkatkan mutu pendidikan mulai dari biaya sekolah gratis, pemberian susu gratis maupun agenda bantuan laptop dan tablet bagi semua siswa, ternyata program tersebut dinodai oleh ulah delapan orang PNS dan pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), yang tertangkat berjudi Selasa (24/6/14) malam.

Ironisnya, mereka tertangkap basah petugas Polres Batu di sekitar kantin komplek kantor Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) berlokasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, sekitar pukul 20.30 (berita lain baca halaman Kota Wisata, red).
Delapan tersangka itu, Premadi (53) warga Jalan Lesti RT03/RW02 Kelurahan Ngaglik, menjabat Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora. Totok Iswanto (53) warga Jalan Trunojoyo RT03/RW04 Kelurahan Songgokerto sekaligus Sekretaris Dinas Perumahan.
Tersangka lainnya, Heri Sunomo (57), warga Jalan Brantas mantan pengawas TK/SD Disdikpora yang menjabat Ketua Komite Sekolah SDN 1 Ngaglik. M.Gufron (43), warga Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo atau Kasi Dikamas dan PAUD Pendidikan Non Formal. Ada pula Lestari (65) warga Jalan Pandanrejo yang sedang menjabat Ketua Bapopsi dan Kepala Sekolah SMP PGRI 2 Pandanrejo.
Tersangka lain, Naseri (50) warga Jalan Slamet RT02/RW03 guru di SDN 3 Sidomulyo. Sementara Sasmito Aji (54), warga Jalan Raya Mojorejo Kecamatan Junrejo dan Miskar (49) warga Jalan Prowowongso Desa Pandanrejo, keduanya sebelumnya dipromosikan akan menjabat Kasek SDN yang agendanya akan dilantik dalam waktu dekat ini.
Dalam penggerebekan itu, kepolisian juga  mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp 1,585 dan tiga set kartu remi. “Kesemua tersangka kami tahan,” jelas Kasat Reskrim AKP Adi Sunarto mendampingi Kapolres Batu.
Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo juga membenarkan penangkapan tersebut. Pihaknya pun sedang maraton melakukan penyidikan, apalagi penggerebekan itu jauh sebelumnya diawali pengintaian cukup lama.
Penangkapan itu sendiri, kata Windi, bukan hanya dilakukan menjelang Ramadan, melainkan operasi pekat yang digelar terus menerus. ”Tunggu saja hasil penyidikannya, tapi yang jelas ada sekitar 8 orang yang ditangkap,” tandasnya.
SUDAH LAMA
Ketika Malang Post mendatangi kantor Kabid Dikmen, salah satu staf Premadi mengaku atasannya sedang ke Surabaya bersama Kepala Dinas Pendidikan, Hj Mistin untuk urusan MOU pendidikan. ”Pak Premadi ke Surabaya ada rapat dengan Bu Mistin,” ujar salah satu pegawai Dikmen.
Demikian pula dengan M Gufron, kemarin juga tak terlihat di kantor Kasi Dikmas dan PAUD. Beberapa pegawai terlihat sedang sibuk ngobrol sambil melayani keperluan warga. Kepala Bidang PNF, Titing Nurhayati juga mengaku tak tahu menahu keberadaan Gufron. ”Pak Gufron memang Kasi Dikmas dan PAUD di PNF sini,” terang Titing sambil makan.
Ketika wartawan mengambil beberapa foto di sekitar TKP, seorang pegawai Disdikpora marah-marah bahkan menantang duel wartawan. ”Kalau berani ayo satu lawan satu, ngapain kalian ngambil gambar di sini. Ini kantor saya, jangan seenaknya saja kalian,” ujarnya.
Sumber Malang Post mengungkapkan, kebiasaan judi remi itu ternyata sudah berlangsung cukup lama di kantor Disdikpora.  Dan yang terlibat berjudi biasanya juga sejumlah oknum pejabat baik yang menjabat Kabid maupun Kasi.
Biasanya, judi tersebut dimulai pukul 19.30 hingga tengah malam. Terkadang jumlah peserta bisa mencapai 15 orang. ”Yang jelas judi remi ini sudah lama berlangsung di komplek kantor Dinas Pendidikan. Mungkin ada yang tidak senang dan sakit hati, lalu lapor polisi,” ungkapnya.
Kadisdikpora Kota Batu, Hj Mistin melalui SMS mengatakan, pihaknya baru mengambil keputusan setelah proses penyidikan di kepolisian selesai. Meski demikian, dia mengakui proses organisasi di Dinas Pendidikan tetap berjalan seperti biasa, dan tujuh dari delapan orang yang ditangkap polisi itu memang pejabat di kantornya.
”Tidak terganggu dan sejauh ini masih lancar, untuk tindakan nunggu hasil proses penyidikan di Polres,”jawab Mistin melalui SMS. (mik/lyo/han)