Heroisme Bripka Didik, Sendiri Lawan Enam Rampok

SINGOSARI - Keberanian Bripka Didik Wahono anggota Polsek Blimbing bisa menjadi kado HUT Bhayangkara pada 1 Juli mendatang. Seorang diri, Didik mengejar enam rampok bersenjata yang membawa bom tangan hingga ke Singosari, kemarin pagi. Satu perampok terpaksa ditembak mati, karena melempar bom kepada warga sipil dan anggota Marinir.
Kisahnya, sekitar pukul 04.15 kemarin, Bripka Didik Wahono keluar dari Mapolsek Blimbing mengendarai sepeda motor GL-nya. Didik seperti sengaja dikirim Tuhan, sekitar 100 meter dari Mapolsek, Eko Wahyudi, 27 tahun, warga Desa Dawuhan Kecamatan Poncokusumo tengah dikepung perampok.
Enam orang mengendarai tiga sepeda motor, berupaya merampas Kawasaki Ninja nopol N 4398A. Eko tak berdaya, dibacok oleh pelaku di Jalan Raden Panji Suroso (depan kantor Imigrasi Malang). Bripka Didik, bak malaikat penyelamat hadir dan langsung beraksi.
Melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat tak lagi sekedar jargon. enam perampok panik, memacu kendaraan ke arah Singosari. Didik dengan motornya mengejar, tanpa rasa takut. dia hanya mengantongi revolver berisi lima peluru. Aksi kejar-kejaran terjadi, rupanya pelaku juga membawa bom tangan jenis bondet.
Di PJR Singosari dekat Kantor BRI Jalan Panglima Sudirman, Didik mengeluarkan satu tembakan peringatan. Pelaku makin panik, mereka saling bertabrakan. Bertepatan lewat Bus Jaya Utama jurusan Malang-Surabaya-Cepu, enam rampok berlindung dibalik bus. Didik berlindung ke arah timur, sambil meminta perampok menyerah.
Rupanya malah muncul perlawanan, pelaku melempar bom ke arah Tarpin, 54 tahun, kernet bus yang turun asal Tuban. Bumm, tangan dan kaki Tarpin terluka. Karena membahayakan warga sipil dan polisi, Didik menyalakkan revolver. Duaarr..Pelaku pelempar bom bernama Wiryo tumbang, tewas.
Kelima perampok makin panik, apalagi ada satu penumpang seorang marinir juga berupaya menolong Tarpin.
Bumm, satu bom dilempar mengenai anggota marinir yang langsung tumbang. Sedangkan Bripka Didik langsung meminta bantuan Polsek Singosari. Mereka merespon cepat, sayang dua pelaku kabur berlari diperkirakan ke arah kampung Puskesmas. Namun tiga berhasil ditangkap berikut bukti clurit, bom dan tiga sepeda motor berupa Yamaha Vixion, Yamaha Vega R dan Suzuki Satria FU.
Pelaku yang tewas atas nama Wiryo, 26 tahun. Sedangkan perampok yang berhasil diamankan M Yusnan Anwar, 36 tahun, warga Desa Sumberejo Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Kemudian Ifan Ardiansyah, 26 tahun, warga Desa Kaligending Kecamatan Panggung Rejo Blitar. Terakhir, Ngatono, 27 tahun, Warga Desa Balearjo Timur Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang.
 “Seluruh tersangka kami limpahkan ke Polres Malang Kota, karena TKP-nya di Blimbing. Kami sifatnya hanya mengamankan,” ujar Kapolsek Singosari Kompol Decky Hermansyah kemarin.
Korban Eko dibuntuti usai mengambil sepeda motor dari penitipan Terminal Arjosari. Diakui pelaku sempat membacok kepala korban untuk melumpuhkannya. Aksi para perampok terekam jelas di benak Tarpin.
 “Saya bermaksud meminggirkan sepeda motor, saya kira habis kecelakaan. Saat saya mau pinggirkan, saya dilempari bom. Katanya petugas itu bom bondet,” ucap Tarpin kepada Malang Post di Mapolsek Singosari kemarin.
Saat kena ledakan bom bondet itu, dia berteriak minta tolong.  Teriakan itu, didengar salah seorang penumpangnya yang diketahui sebagai Marinir. “Niatnya Marinir itu mau menolong saya, eh ternyata malah juga dilempar bom bondet sama pelaku,” kata Tarpin.
Karena para pelaku melawan dengan melepar bom bondet tersebut,, Bripka Didik terpakasa menembak mati salah seroang pelakunya bernama Wiryo, 26 tahun. Kemudian, Bripka Didik meminta bantuan Mapolsek Singosari. Petugas yang datang, berhasil mengamankan tiga orang pelaku lainnya.
Mereka adalah M Yusnan Anwar, 36 tahun, warga Desa Sumberejo Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Kemudian Ivan Ardiansyah, 26 tahun, warga Desa Kaligending Kecamatan Panggungrejo Blitar. Terakhir, Ngatono, 27 tahun, Warga Desa Balearjo Timur Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang.
Kepada Malang Post, perampok M. Yusnan mengaku, komplotannya membuntuti korban semenjak keluar dari tempat penitipan sepeda motor di dekat Terminal Arjosari. “Mulanya kami hanya berniat mengambil sepeda motor korban, namun apes ada polisi yang sedang patroli kemudian kabur,” tuturnya di Mapolsek Singosari.
Sedangkan Ngatono yang nekat melakukan hal itu lantaran diajak oleh tersangka Yusnan dan kebetulan dia membutuhkan uang untuk pulang ke kampung halaman. “Saya hanya diajak untuk mendapatkan uang cepat. Gak tahunya malah ngerampok. Karena sudah terlanjur, ya saya ikut saja,” aku dia.
Olah TKP aksi rampok itu, sempat memacetkan jalur poros Malang-Surabaya, kemarin. Aksi berani Bripka DIdik Wahono mendapat apresiasi tinggi dari Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto SIK, M.Hum. Ia membenarkan tindakan anak buahnya yang melakukan tembak di tempat terhadap pelaku yang berusaha melawan ketika hendak ditangkap. “Tindakan pelaku sudah membahayakan anggota saya. Bahkan, sudah diberikan tembakan peringatan, tetap melawan,” tegasnya dihubungi Malang Post via telepon kemarin siang. Apalagi, saat melakukan perlawanan, beberapa pelaku ini sudah mengeluarkan senjata tajam dan melemparkan bondet.
Mantan Kapolres Trenggalek ini menerangkan, anggota Satreskrim Polres Malang Kota sudah dikerahkan untuk ikut memburu dua pelaku lain yang masih kabur. “Kita masih buru. Identitasnya sudah kita dapatkan. Saya cukup mengapresiasi kecepatan anggota dalam merespons menanggulangi kejahatan dengan kekerasan ini,” tegasnya. Perwira menengah yang pernah menjabat Kasatreskrim Polresta Malang itu mengungkapkan, kasus ini menjadi atensinya untuk mengetahui track record para pelaku.
“Masih dalam penyelidikan intensif,” pungkasnya. Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH meminta masyarakat lebih waspada menjelang bulan Ramadan. “Banyak hal yang sudah dilakukan untuk tetap memberikan pengamanan kepada masyarakat. Seperti patroli di tempat rawan ataupun razia-razia. Kami mengakui tren kriminalitas meningkat dimana-mana menjelang bulan Ramadan,” ungkap dia. Kejadian perampasan motor di Jalan Panji Suroso, menurutnya merupakan indikator kecil mulai naiknya kejahatan kriminal.(big/mar/ary)