Penyidik Paksakan Status Tersangka

Persidangan
MALANG- Majelis hakim yang menyidangkan kasus penganiayaan M. Anugerah alias Huse, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) memeriksa dua penyidik unit reskrim Polsekta Lowokwaru, Bripka Samsudin dan Briptu Baktiar Arif. Keduanya diperiksa dalam kasus dugaan rekayasa alat bukti konfrontir yang digunakan untuk menjerat Sekretaris RT08, Hari Subianto menjadi tersangka penganiayaan bersama Yuliono, satpam perumahan Griyashanta, dalam sidang lanjutan perkara tersebut kemarin.
Sidang yang dipimpin hakim Harini SH langsung menunjukkan foto Hari memperagakan mencengkeram baju Huse dan seakan seperti hendak memukul pemuda tersebut. Kepada hakim, Samsudin mengaku tidak ada paksaan dalam foto tersebut.  “Itu memang saya yang meminta untuk memperagakan. Tidak ada tekanan untuk melakukan pencengkeraman. Sebab, itu sudah sesuai dengan keterangan korban yang dia katanya dicekik oleh terdakwa Hari. Foto peragaan itupun dilakukan setelah konfrontasi,” tuturnya.   
Keterangan yang diberikan Samsudin ini juga dibenarkan oleh Bakhtiar Arif, bahwa foto yang diambil di ruang penyidikan Polsekta Lowokwaru itu, tidak ada rekayasa sama sekali. Namun, Harini yang mendengar jawaban itu, mengatakan tidak puas. “Lalu dimana terdakwa Yuliono saat konfrontasi? Seharusnya, konfrontasi itu juga mendatangkan Yuliono sebagai saksi mahkota. Di dalam foto yang menjadi pelengkap berita pemeriksaan konfrontasi, seharusnya Yuliono terlihat,” kata hakim senior ini.
Sementara itu, Nariyanto SH, kuasa hokum kedua terdakwa melihat ada upaya pemaksaan dari kedua penyidik tersebut agar kliennya menjadi tersangka. “Tidak masalah bila kedua penyidik itu tetap pada pengakuan semula bahwa klien saya, pak Hari melakukan pencekikan saat memisah Yuliono dan Huse,” paparnya. Namun, dia melanjutkan, dalam penjelasan kedua penyidik dalam sidang itu sudah  menunjukkan bahwa ada upaya pemaksaan untuk menjadikan Hari sebagai tersangka.
“Saya sebenarnya sudah mendengar bahwa Huse dendam terhadap klien saya hingga membuat pak Hari jadi tersangka. Di dalam persidangan sendiri sudah terlihat bahwa foto itu tidak sama dengan pengakuan pak Hari di dalam berita pemeriksaan konfrontir,” tegasnya. Seperti diketahui, dalam siding minggu lalu, jaksa memeriksa Hari, terkuak bila ada foto yang diduga rekayasa penyidik Polsekta Lowokwaru.. “Saya hanya ingin mengklarifikasi tentang foto yang ikut dikirimkan penyidik bahwa terdakwa Hari juga melakukan pemukulan terhadap korban,” kata jaksa. Melihat foto itu, spontan Hari mengaku bila dia hanya disuruh Bripka Samsudin, penyidik unit reskrim Polsekta Lowokwaru. (mar)