Kapolsek : Sudah Ditetapkan DPO

Lantas apa permasalahannya ? Menurut Ismail yang bekerja di PT SAB Gondanglegi, pabrik pengolahan triplek ini, mengatakan bahwa tiga hari sebelum kejadian korban bermain play station (PS) di belakang rumahnya dengan anak-anak kampung, yang usianya di bawah korban. Saat bermain PS, Ismail mengatakan kepada anak-anak yang bermain PS untuk mencarikan lawan yang mau taruhan piala dunia.
“Saya katakan carikan uang Rp 100 ribu untuk taruhan bola dengan saya. Lalu ada salah satu yang menjawab, yang mau Wahyu. Kemudian saya jawab, untuk mencarikan lawan yang lain saja, karena Wahyu masih sekolah dan tidak punya uang,” tutur Ismail. Rupanya perkataan korban itu, didengar oleh salah satu teman Wahyu yang kemudian mengadukannya, hingga terjadi penganiayaan.
Sementara itu, Kapolsek Pagelaran AKP Suyoto saat dikonfirmasi terkait kasus penganiayaan dan percobaan pembunuhan tersebut, memang membenarkannya. Ia mengatakan bahwa kasusnya masih dalam proses penyelidikan. Termasuk pelakunya saat ini masih dalam pengejaran petugas.
“Laporan penganiayaan itu memang sudah kami terima. Saat ini pelakunya sedang kami buru, karena mereka sudah kabur semuanya. Kemana keberadaan mereka, itu yang masih kami selidiki,” ujar Suyoto.
Mantan Kapolsek Wagir ini menambahkan, bahwa kasus penganiayaan tersebut tetap menjadi atensinya. Dia tidak akan main-main dengan kasus tindak kriminalitas. Apalagi kasus penganiayaan tersebut merupakan tindak pidana murni.
“Kalau ada pelakunya pasti sudah kami tangkap. Kami sudah menetapkan para pelaku ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kami. Sehingga sampai kapanpun kasus ini tidak akan berhenti. Kemanapun pelakunya kabur, pasti akan kami kejar,” tuturnya.
Soal keluhan keluarga korban yang kecewa, karena pelaku tidak kunjung ditangkap ? Suyoto yang juga mantan Kapolsek Kasembon ini, mengatakan bahwa sudah berkoordinasi dengan Polres Malang untuk mengungkap pelakunya. “Yang jelas kasus ini tidak akan berhenti. Siapapuniapapun pelakunya, jika sudah berbuat pidana pasti akan kami tindak tegas,” tandasnya.(agp/aim)