Desak Polisi Tangkap Wahyu Cs

M Ismail didampingi ayah serta saudaranya menunjukkan bukti laporan serta luka bacok yang dialaminya. Insert salah satu  pelaku, Wahyu Cahyo

MALANG – H Hariri Zuhri, 54 tahun, warga Jalan Darul Tauhid, RT05 RW02, Desa Brongkal Pagelaran, mendesak polisi untuk segera mengungkap kasus penganiayaan dan percobaan pembunuhan yang dialami anaknya, Muhammad Ismail, 23 tahun.
Pasalnya, sampai sembilan hari pasca kejadian, Polsek Pagelaran yang mendapat laporan belum menangkap pelakunya. Padahal pelaku yang diketahui bernama Wahyu Cahyo Cs, sudah jelas dan masih tetangga korban.
“Janjinya seminggu setelah kejadian pelaku ditangkap. Tetapi sampai sembilan hari ini, pelakunya belum ada satupun yang diamankan,” ungkap H Hariri Zuhri kepada Malang Post saat ditemui di rumahnya kemarin siang.
Hariri menambahkan, dia meminta supaya polisi untuk segera menangkap pelakunya. Karena warga sekitar juga merasa resah dengan tingkah laku Wahyu, yang diketahui anak seorang perangkat desa setempat. “Wahyu ini, sudah tiga kali membacok orang. Yang pertama dan kedua, kasusnya berhenti. Dan korban ketiga adalah anak saya. Warga di sekitar sini berharap kasus penganiayaan yang dialami anak saya tidak sampai berhenti seperti kasus sebelumnya,” terangnya.
Penganiayaan dan percobaan pembunuhan yang dialami Muhammad Ismail, ini terjadi di depan rumahnya pada Selasa 17 Juni lalu sekitar pukul 18.30. Saat itu, korban yang sedang asyik makan, tiba-tiba rumahnya dikepung dan digedor oleh beberapa pemuda sembari memanggilnya. Mereka meminta Ismail untuk keluar rumah.
Karena merasa tidak mempunyai masalah ataupun hutang, Ismail lalu keluar rumah. Saat keluar rumah, di depan ada tiga orang teman Wahyu, yaitu Nurdin, Fais serta Tohir. Ketiganya mengajak Ismail pergi ke Jalan Cangkang (simpang tiga). Tetapi permintaan itu ditolak, dan meminta ketiganya berangkat dulu.
Ismail, lalu kembali masuk ke dalam rumah dan mengajak sepupunya, Hasbullah. Keduanya lalu pergi ke warung Makimin yang tidak jauh dari rumahnya. “Saat kami lihat di warung Makimin, ternyata tidak ada siapapun. Kami akhirnya balik ke rumah dengan maksud untuk mengambil sepeda motor,” tutur Ismail.
Namun belum sempat masuk, di depan rumahnya sudah ada enam orang pelaku, yang  salah satunya adalah Wahyu Cahyo. Mengetahui itu, korban lalu menghampiri dan berniat menanyakan apa maksud dan tujuannya. Tetapi belum sempat bertanya, Wahyu yang membawa senjata parang, langsung membacok.
Ada empat kali bacokan. Pertama tidak sampai mengenani korban karena dihindari. Kedua mengenai pergelangan kiri, ketiga mengenai lengan kiri korban dan keempat mengenai kepala sebelah kiri hingga telinga korban nyaris putus. “Saat dibacok kedua dan ketiga, saya langsung sembunyi di bawah kolong truk. Tetapi diseret oleh pelaku, yang kemudian dibacok mengenai kepala. Setelah itu kepala dan tubuh saya diinjak-injak oleh mereka,” jelas korban sembari mengatakan kalau keenam pelaku bau minuman keras.
Penganiayaan baru berhenti setelah diketahui Subairi paman korban. Enam pelaku langsung semburat kabur. Sementara korban yang bersimbah darah langsung dilarikan ke RSI Gondanglegi. Kasusnya malam itu, langsung dilaporkan ke Polsek Pagelaran.(agp/aim)