Petugas gabungan melakukan sidak di gudang makanan ringan Amin, kemarin

 BATU – Petugas gabungan melakukan operasi menjelang Ramadan pada sejumlah lokasi di Kota Batu, Kamis (26/6) kemarin. Ada temuan bahan makanan tanpa lebel dan diyakini menggunakan bahan pewarna berlebihan dalam operasi itu. 
Petugas gabungan yang melakukan operasi pasar itu berasal dari perwakilan Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UKM, Dinas Kesehatan, dan Lembaga Perlindungan Konsumen. Lokasi yang disisir antara lain seputar Pasar Besar serta gudang Amin, Jalan Diponegoro. 
Bahan makanan tanpa lebel dan diyakini menggunakan bahan pewarna berlebihan ditemukan pada sebuah toko krupuk dan aneka snack di komplek Pasar Besar Batu. Pewarna itu sangat menyolok dan dicurigai pewarna untuk kain. Petugas semakin curiga makanan mentah itu menggunakan zat berbahaya karena tidak ada lebel. 
Petugas gabungan sempat melakukan klarifikasi terhadap penjual bahan makanan mentah itu. Pemilik menyebutkan, barang tersebut merupakan kiriman dari produsen asal Kediri. ‘’Kami tidak tahu bahan makanan itu karena kiriman dari Kediri,’’ tegas sang penjual. 
Petugas langsung memberikan warning kepada penjual mengenai bahan-bahan makanan yang dijual tersebut. Jika tidak ada lebel, apalagi dicurigai menggunakan bahan berbahaya, penjual setidaknya tidak menerima bahan makanan itu untuk dijual kembali. 
Meski menemukan barang tanpa lebel, petugas tidak menyita atau memproses penjualnya. ‘’Saat ini masih bersifat pembinaan. Kami meminta barang itu dikembalikan kepada produsen atau penjual tidak mendisplay. Tetapi kalau lain waktu masih ada hal seperti ini, kami pasti menyitanya,’’ tegas Abdul Rahman, perwakilan Diskoperindag dan UKM Kota Batu, kemarin. 
Lebih lanjut dia menjelaskan, tujuan utama operasi itu untuk mengetahui persediaan bahan makanan menjelang Ramadan. Dari operasi itu, pihaknya mendapatkan kesimpulan, jika stok bahan makanan masih cukup untuk warga Kota Batu menjelang Ramadan ini. 
‘’Tujuan utama adalah mengetahui stok. Tetapi kalau ada temuan seperti bahan makanan tidak berlebel, atau ada bahan makanan kedaluwarso, kami harus bertindak,’’ tegasnya. (feb)