Lulus SMA, Cewek Manis Jualan Pil Koplo

PUJON-Tak ada rotan, akarpun jadi. Mungkin itulah pola cewek dan pemuda berinisial TPN (21) warga Desa pandansari-Ngantang dan JML (28) warga Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon. Karena sulit mendapatkan narkoba, mereka pun jualan pil koplo atau doble L di Pasar Pujon sehingga kemarin keduanya diringkus polisi.
Pil linglung itu didapat tersangka TPN, dari tersangka JML. Tersangka TPN sendiri sudah mulai menggunakan pil koplo sejak masih duduk di kelas 3 SMA. Pasca lulus dan tidak memiliki pekerjaan, dia mulai jualan pil koplo dengan niat membantu penghasilan keluarga.
Barang bukti yang disita polisi, dikemas dalam botol yang harga belinya Rp450 ribu. Kemudian dia menjual dalam kemasan kecil isi 9 butir, dengan harga Rp10 ribu. Namun jika pembeli menghendaki satu tepak (isi 12 kemasan) harganya lebih murah, yakni Rp90 ribu.
Dari pengakuannya, perempuan ini sudah mengedarkan barang tersebut sekitar delapan bulan. Pangsa pasarnya selain di Pasar Pujon, juga ada yang mengambil di rumahnya. Per botolnya dia bisa meraup keuntungan sebesar Rp300 ribu, dan satu bulan mampu menjual tiga sampai lima botol. Ironisnya, mayoritas pelanggan pil koplo itu adalah siswa SMP dan SMA.”Kebanyakan siswa yang rata-rata teman dan adik kelas dulu,’’akunya.
Sementara JML yang juga seorang petani ini, mengaku terpaksa berjualan barang tersebut karena tuntutan ekonomi. Sebab penghasilan menjadi petani tidak menentu.”Saya dapat barang ini dari teman saya,”katanya yang sudah ditahan di Mapolres Batu ini.l (mik/lyo)