Tangkap Dua Penjudi Bola

MALANG – Dua pelaku judi bola tertangkap oleh Satreskrim Polres Malang Kota. Kemarin (27/6) Polres Malang Kota melakukan gelar perkara di Mapolres Malang Kota. Akibat perbuatannya, pelaku yang kini berstatus sebagai tersangka dikenakan pasal 303 KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun penjara,
Menurut Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan, SH., tersangka judi bola itu menggunakan sistem pur-puran atau dengan istilah setengah gol dalam menjalankan permainan judi bolanya. Dwiko menyebut, mereka ditangkap ketika menerima uang setoran dari para penombok.
Lebih lanjut, Dwiko menjelaskan kronologi awal penangkapan berawal ketika petugas menerima informasi dari masyarakat. Berdasarkan informasi itu, pihaknya lalu melakukan proses penyelidikan dan pemantauan ke TKP di kawasan Satsui Tubun Kebonsari, Kota Malang 19 Juni 2014.
Tak lama kemudian, petugas melihat tersangka. Dari penguntitan yang dilakukan petugas, ditemukan tersangka tengah melakukan transaksi penerimaan uang setoran dari hasil judi bolanya.“Dengan gerak cepat akhirnya, petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka MF (32) di samping Rumah Sakit Panti Nirmala. Tersangka merupakan warga Jalan Satsuit Tubun Gg 5 Kebonsari kecamatan Sukun,” ungkap Dwiko.
Dari hasil penangkapan itu, petugas menyita barang bukti berupa tiga unit HP berisi daftar penombok. Selain itu, turut disita barang bukti berupa uang tunai Rp 150 ribu. “Setelah petugas melakukan pengembangan, akhirnya diketahui kalau MF adalah pengepul sekaligus bandar judi bola,” tandasnya.
Dwiko memaparkan, pelaku menggunakan akses internet. Sedangkan untuk para  penombok, modus yang digunakan ialah melalui SMS. Terkait perputaran uang, ia menyebut bahwa MF mempunyai modal awal Rp 400 ribu. Dari modal tersebut, tersangka dalam dua kali pertandingan mampu menyabet keuntungan antara Rp 2-3 juta.
“Kalau nilai taruhannya antara Rp 100 - 300 ribu,” kata Dwiko kemarin. Setelah menangkap MF, polisi mengembangkan hasil penyidikan. Akhirnya diketahui bahwa tersangka tidak sendiri dalam beraksi.“MF  bekerjasama dengan temannya dengan sistem modal patungan. Temannya berinisial Krs (37) warga Gadang Gang 6 Kecamatan Sukun. Krs sehari-hari bekerja sebagai buruh di salah satu peternakan ayam yang ada di wilayah Gadang,” tutur Dwiko. (rul/nug)