Positif! Akibat Obat Nyamuk Elektrik

MALANG - Polisi terus melakukan penyelidikan untuk menguak penyebab kebakaran di Kolonel Sugiono, Gang 8, No. 22, RT 09/01, Kelurahan Cipto Mulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang Sabtu (28/6) lalu. Dari hasil kesimpulan sementara, polisi belum menemukan adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran itu.
Kapolsek Sukun, Kompol Toyib Subur ketika dikonfirmasi menyatakan, penyelidikan terhadap penyebab kebakaran itu diserahkan kepada Polres Malang Kota. “Saksi-saksi dan keluarga telah diperiksa di Polres Malang Kota,” ujarnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro membenarkan pernyataan Toyib Subur. Adam, sapaan akrabnya, mengakui bahwa pihaknya telah memeriksa dua orang saksi. Selain itu, Polres Malang Kota juga melakukan interograsi ke beberapa orang di sekitar TKP.
Dari hasil penyelidikan, tim olah TKP Polres Malang Kota menyimpulkan kebakaran terjadi akibat korsleting pada obat nyamuk elektrik. Api akibat korsleting itu menjalar ke TV yang ada di kamar tempat dua korban meninggal dunia.
Adam menjelaskan, api membesar dan korban tidak bisa menyelamatkan diri lantaran pintu yang susah terbuka. “Warga yang ingin menolong juga susah membuka pintu. Lalu warga memecah kaca kamar dari luar,” imbuhnya.
Ia menegaskan, kesimpulan sementara yang ditemukan polisi mengenai penyebab kebakaran merujuk pada kecelakaan. “Kesimpulan sementara ini merupakan kecelakaan. Anggota di lapangan tetap akan menyelidiki. Sampai saat ini belum kami temukan adanya unsur kesengajaan. Kalau ada unsur kesengajaan secepatnya kami kabarkan,” papar Adam.
Untuk penyelidikan lebih lanjut, Adam mengemukakan bahwa pihaknya tidak perlu sampai menurunkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor). Ia beralasan, lokasi kebakaran yang terjadi hanya melibatkan satu kamar dalam satu rumah.
Oleh karenanya, untuk efisiensi penyelidikan, polisi tidak akan menurunkan Tim Labfor. Menurutnya, Tim Labfor hanya akan diturunkan ketika terjadi kebakaran yang memakan satu komplek perumahan atau fasilitas umum.
“Kalau sampai satu komplek atau yang terbakar merupakan fasilitas umum, kami perlu turunkan Tim Labfor untuk mencari titik mana penyebab kebakarannya dan siapa yang paling bertanggung jawab,” jelas Adam.
Selain itu, Adam menyebut, pihak keluarga korban tidak ingin masalah kebakaran ini terus diungkit-ungkit. Bahkan, saat dua jenazah korban dibawa ke RSSA untuk diotopsi, keluarga sempat menolak. Namun, lanjut Adam, setelah dijelaskan untuk kepentingan penyeledikan dan akan dikembalikan lagi setelah dimandikan, akhirnya tidak ada masalah dari pihak keluarga.
Permasalahan ini memantik komentar dari tokoh masyarakat Kota Malang. Lurah Pisang Candi, Nurhadi merasa perlu adanya langkah antisipasi agar tidak terjadi kebakaran di waktu yang akan datang. Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan elektronik.
“Terutama pada bulan Ramadan ini, setelah sahur biasanya banyak kelalaian terkait peralatan elektronik dan kompor,” ucap Nurhadi.
Di Kecamatan Sukun, yang banyak terdapat kawasan padat penduduk, ia juga mengimbau kepada masyarakat agar cepat tanggap. Jarak antar rumah yang sangat berhimpitan, serta ruas jalan yang sempit membuat mobil pemadam kebakaran sering kali kesulitan untuk memasuki lokasi.
“Warga harus tanggap dan bisa kerjasama kalau ada kebakaran. Fasilitas PDAM bisa dimanfaatkan dalam kondisi mendesak tanpa menunggu mobil pemadam kebakaran datang kalau terjadi situasi darurat,” pungkasnya.(rul/ary)